6j yang lalu
Bitcoin, Ethereum, dan XRP Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed di Tengah Imbal Hasil Treasury yang Tinggi
Bitcoin, Ethereum, dan XRP memasuki keputusan suku bunga Federal Reserve pada 16 September dengan isu yang lebih besar daripada sekadar apakah bank sentral akan menaikkan suku bunga. Pertanyaannya: apakah pasar kripto masih bergerak terutama karena pengetatan moneter, atau sudah mulai beradaptasi dengan era imbal hasil yang lebih tinggi?
Setelah sepekan yang volatil—dipengaruhi data inflasi, pergerakan harga minyak, dan pasar obligasi AS—Bitcoin bertahan di sekitar US$77.000. Ethereum berada di kisaran US$2.500, sementara XRP diperdagangkan sekitar US$1,35–US$1,40. Yang mencolok, kripto belum mengalami pelemahan tajam meski yield Treasury 10 tahun mendekati 5% dan tenor 2 tahun menembus 4,5%. Ketahanan ini mulai dipandang sebagai sinyal yang lebih penting.
Reaksi Wall Street atas rilis data CPI pada Jumat memberi petunjuk yang tidak lazim: saham menguat meski angka inflasi memperkuat argumen untuk kebijakan moneter yang lebih ketat. Pelaku pasar terlihat lebih lega karena ketidakpastian arah langkah The Fed berkurang, bukan semata-mata terpaku pada peluang suku bunga lebih tinggi. Dinamika serupa dapat menjalar ke kripto.
Sepanjang September, Bitcoin banyak bergerak mengikuti perubahan ekspektasi suku bunga, minyak yang sempat bertahan di atas US$100, serta yield yang naik. Tarik-menarik sebelumnya—termasuk faktor minyak dan ETF—sudah memperlihatkan BTC tetap dekat US$80.000 meski kondisi makro memburuk. Menjelang rapat September, ketidakpastian mulai menyusut, dan fokus pasar bergeser dari "apa yang akan dilakukan The Fed?" menjadi "apa yang terjadi setelah keputusan keluar?"
Mark Connors, CIO di Risk Dimensions, menilai kenaikan yield obligasi bisa mencerminkan isu yang lebih luas daripada ekspektasi suku bunga konvensional. Ia menyoroti inflasi yang persisten, kenaikan harga minyak, serta kekhawatiran atas kredibilitas kebijakan sebagai alasan yield jangka panjang tetap tinggi meski Treasury berupaya menopang pasar obligasi. Dalam konteks itu, Bitcoin dapat berperilaku berbeda dari aset pertumbuhan pada umumnya, karena sebagian investor juga melihatnya sebagai pelindung terhadap pelemahan nilai mata uang. Ketegangan narasi ini juga terlihat seiring respons emas terhadap inflasi.
Dari sisi teknikal, rapat The Fed memberi batas yang cukup tegas. Trader Wintermute Jasper De Maere baru-baru ini menandai area sekitar US$75.000 dan US$82.000 sebagai level penting Bitcoin dalam jendela makro September. Jika BTC menembus US$82.000 setelah keputusan The Fed, itu mengindikasikan kripto menyerap kondisi suku bunga tinggi lebih baik dari perkiraan. Jika justru turun di bawah US$75.000, hubungan klasik kembali dominan: yield yang lebih tinggi, likuiditas yang lebih ketat, dan dolar yang lebih kuat masih menjadi tekanan besar bagi aset berisiko.
Ethereum dan XRP diperkirakan mengikuti sinyal likuiditas yang sama, meski XRP juga dipengaruhi katalis tersendiri dari sisi institusional dan regulasi.