user-avatar
CNBC TV18

Saham Asia menguat usai data CPI AS melunak, Kospi melonjak lebih dari 6%

Ringkasan Pasar AI
CPI AS yang lebih lunak meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, mengangkat saham Asia serta mendukung USD yang lebih lemah dan obligasi Treasury yang lebih stabil. Namun, guncangan pasar yang dominan bersifat geopolitik: ancaman serangan baru dari Trump dan gangguan Iran terhadap pengiriman di Hormuz mendorong Brent melampaui $86 setelah lonjakan tajam selama tiga hari, meningkatkan premi risiko energi jangka dekat dan memperumit prospek inflasi. Emas tetap tinggi di sekitar $4,050 karena permintaan aset lindung nilai.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCCO1OILBRENT2USD/USDT+0.56%
Wawasan AI · NCCO1OILBRENT2USD/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Bursa saham Asia menguat setelah data inflasi AS yang lebih lemah meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sementara perdagangan bertema AI kembali bergairah dan Kospi Korea Selatan naik lebih dari 6%. Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump mengancam serangan baru terhadap Iran, diikuti langkah Iran kembali memblokir pelayaran di Selat Hormuz yang mendorong Brent naik sekitar 13% dalam tiga hari dan bertahan di atas 86 dolar AS per barel. Emas bertahan di kisaran 4.050 dolar AS per ons seiring permintaan aset lindung nilai. Peristiwa tersebut menjadi katalis ganda berupa eskalasi konflik geopolitik dan gangguan pasokan energi.