56m yang lalu
Laba Q1 Welspun Enterprises turun 22% saat pendapatan melemah; lanjutkan divestasi aset ₹1,000 crore
Welspun Enterprises mengumumkan kinerja kuartal I FY27 dengan laba bersih turun 22% secara tahunan. Pendapatan turun 8.4% menjadi 774 miliar rupee India dan EBITDA turun 17.4% menjadi 150 miliar rupee India, dengan margin EBITDA menyempit dari 21.57% menjadi 19.45%. Perusahaan menyebut kondisi operasional yang menantang menekan pendapatan dan laba operasional. Kinerja ini mencerminkan hasil keuangan entitas tunggal emiten pengembang infrastruktur di India yang berdampak langsung pada valuasi saham dan kepercayaan pasar.
56m yang lalu
3j yang lalu
Futures Dow, S&P 500, dan Nasdaq naik tipis; Palantir melonjak lebih dari 16% dan Caterpillar memimpin penguatan
Pada perdagangan pra-pasar Selasa, 4 Agustus waktu AS Timur, Palantir Technologies merilis kinerja kuartal II yang melampaui ekspektasi dan sahamnya melesat lebih dari 16%, mendorong futures Nasdaq 100 naik sekitar 0.9%. Saham semikonduktor dan yang terkait AI turut menguat, dengan Micron Technology naik sekitar 3% dan Marvell Technology bertambah sekitar 7%. Futures Dow Jones dan S&P 500 juga bergerak lebih tinggi, mencerminkan dorongan sektor teknologi ke indeks utama.
3j yang lalu
4j yang lalu
Airtel catat pendapatan kuartal Juni 2026 melampaui estimasi, ARPU naik ke ₹264
Bharti Airtel membukukan pendapatan konsolidasi ₹58,539 crore untuk kuartal yang berakhir Juni 2026, naik 5.7% secara berurutan dan melampaui ekspektasi pasar. EBITDA mencapai ₹33,599 crore dengan margin operasi 57.4%, sementara laba bersih tercatat ₹8,167 crore. Pendapatan seluler India naik 4.2% secara berurutan dan bisnis Afrika tumbuh 5.7% pada mata uang konstan, menurut jajak pendapat CNBCTV18.
4j yang lalu
4j yang lalu
Laba Castrol India kuartal Juni naik 42.5% jadi ₹347 crore, margin EBITDA melebar ke 32.03%
Castrol India melaporkan kinerja kuat pada kuartal Juni, dengan laba bersih naik 42.5% yoy menjadi 347亿卢比 dan pendapatan meningkat 25% menjadi 1871亿卢比. Margin EBITDA perusahaan naik menjadi 32.03%. Perusahaan juga mengumumkan dividen interim sebesar 6.25卢比 per saham. Sebagai salah satu produsen pelumas terkemuka di India, hasil ini mencerminkan permintaan pelumas industri yang solid serta penguatan kemampuan penetapan harga, dan memberi sinyal positif bagi saham manufaktur industri dan konsumsi domestik India.
4j yang lalu
4j yang lalu
Marico catat lonjakan laba bersih 27% pada kuartal I FY2024, melampaui estimasi berkat pendapatan dan margin yang kuat
Perusahaan FMCG India, Marico, membukukan laba bersih konsolidasi ₹652 crore pada kuartal I FY2024, naik 27% dari tahun sebelumnya. Pendapatan naik 23% menjadi ₹3,957 crore. Kedua angka tersebut melampaui estimasi konsensus pasar dalam jajak pendapat CNBCTV18. Kinerja itu mencerminkan pertumbuhan bisnis inti dan perbaikan efisiensi operasional, sehingga menjadi sentimen fundamental positif bagi saham perseroan.
4j yang lalu
5j yang lalu
Laba bersih Ajmera Realty naik pada Q1, margin menyempit; dewan setujui sejumlah penunjukan pimpinan
Ajmera Realty & Infra India membukukan pendapatan Q1 hingga 30 Juni 2026 naik 22,7% menjadi 317 miliar rupee, sementara laba bersih meningkat 12,5% secara tahunan. Pada saat yang sama, margin EBITDA menyempit menjadi 28,8% dari 30,2%. Perusahaan tidak mengungkapkan kinerja per segmen maupun proyeksi ke depan. Setelah laporan dirilis, saham perseroan turun 5,5% dalam sehari ke 123,25 rupee.
5j yang lalu
6j yang lalu
Saham Greaves Cotton anjlok 15% usai laba Q1 FY2024 turun 22%; margin menyempit ke 5,8%
Greaves Cotton melaporkan kinerja Q1 FY2024 dengan laba bersih ₹25.8 crore, turun 22% dari tahun sebelumnya, sementara pendapatan naik 31% menjadi ₹974.1 crore. EBITDA turun 1% menjadi ₹56.3 crore dan margin menyempit ke 5.8% dari 7.6% pada periode yang sama tahun lalu. Setelah laporan keuangan dirilis, saham perusahaan turun lebih dari 15% dalam sehari, menjadi penurunan harian terbesar dalam lebih dari empat tahun.
6j yang lalu
6j yang lalu
Saham Safari Industries turun 4% setelah laba Q1 turun 5,4% dan margin menyempit ke 12,8%
Safari Industries (India) Ltd. melaporkan pendapatan kuartal pertama tahun fiskal 2025 naik 11,5% menjadi 588,6 crore rupee India, sementara laba bersih turun 5,4% menjadi 47,8 crore. EBITDA turun 4,9% menjadi 75,4 crore dan margin EBITDA menyempit dari 15% menjadi 12,8%. Setelah rilis laporan keuangan, saham perusahaan turun sekitar 4% pada 4 Agustus, mencerminkan kekhawatiran pasar atas kualitas laba dan pengendalian biaya.
6j yang lalu