Filipina dorong kesepakatan pasokan minyak jangka panjang dengan Rusia
Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. mengatakan pemerintahnya tengah mengupayakan pengaturan pasokan minyak dari Rusia secara lebih permanen di tengah krisis energi dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Filipina sebelumnya mengandalkan pasokan spot ad hoc dari Rusia untuk menutup kekurangan kargo dari Timur Tengah. Marcos menilai langkah ini akan membantu mengurangi ketergantungan pada minyak mentah yang harus melintasi Selat Hormuz untuk mencapai Filipina. Filipina juga mengimpor pada April kargo pertama minyak mentah ESPO dari Timur Jauh Rusia untuk pertama kalinya dalam enam tahun.