Arah harga nikel 2026 bergantung pada rencana kenaikan kuota tambang RKAB Indonesia menjadi sekitar 360 juta ton

Ringkasan Pasar AI
Penetapan harga nikel semakin terkait dengan keputusan kuota RKAB Indonesia tahun 2026, dengan potensi kenaikan menjadi ~360Mt yang mengindikasikan pelonggaran material atas kendala pasokan dari 250–260Mt. Mengingat pangsa ~60% Indonesia dalam nikel rafinasi, kuota yang lebih tinggi dapat dengan cepat menghapus defisit 32kt 2026 yang diproyeksikan INSG dan memperkuat risiko penurunan terhadap harga. Ketidakpastian kebijakan dan kendala asam sulfat tetap menjadi pengimbang utama.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCCONICKEL2USD/USDT+0.87%
Wawasan AI · NCCONICKEL2USD/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Pemerintah Indonesia mempertimbangkan menaikkan kuota RKAB bijih nikel 2026 menjadi sekitar 360 juta ton dari 250260 juta ton, yang jika terwujud akan menjadi pelonggaran pembatasan pasokan pertama yang berarti pada tahun ini. Nikel saat ini diperdagangkan pada $16,950/tonne, turun dari puncak awal tahun namun masih di atas rata-rata 2025 sebesar $15,161/tonne. International Nickel Study Group (INSG) memperkirakan 2026 hanya mencatat defisit kecil 32,000 ton, sementara BMI memproyeksikan surplus global menyempit menjadi 154,000 ton. Dengan Indonesia menyumbang 60 per cent pasokan nikel rafinasi global, arah kebijakan negara itu menjadi penentu utama pergerakan harga.