Saham Asia menguat jelang data ketenagakerjaan AS, pernyataan Waller menenangkan pasar obligasi
Ringkasan Pasar AI
Aset berisiko menguat menjelang rilis data ketenagakerjaan AS, setelah Gubernur The Fed Waller mengisyaratkan keterbukaan untuk menahan suku bunga tetap jika disinflasi berlanjut, sehingga meredakan kekhawatiran kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Treasury menguat di tenor pendek, dolar melemah, dan USD/JPY turun seiring yen menguat akibat ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah serta meningkatnya peluang kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan, yang meningkatkan volatilitas seputar data payrolls dan pertemuan kebijakan.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCFXUSD2JPY/USDT-0.26%
Wawasan AI · NCFXUSD2JPY/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Saham Asia menguat pada Jumat mengikuti reli global menjelang rilis data ketenagakerjaan utama Amerika Serikat. Kekhawatiran pasar soal kenaikan suku bunga mereda setelah pejabat Federal Reserve Christopher Waller memberi sinyal penahanan suku bunga, mendorong imbal hasil obligasi AS turun dan dolar melemah, menurut Reuters. Yen menguat 2,6% pekan ini ke sekitar 155,7 per dolar, sementara pasar menurunkan peluang kenaikan suku bunga bulan ini menjadi 50% dari 63%. Imbal hasil Treasury AS tenor dua tahun menjauh dari level tertinggi 20 bulan, dan Brent naik 7% pekan ini ke $95.52 per barel.