Aktivitas Jaringan XRP Melonjak 655%, Alamat Aktif Rata-rata 35.700

Ringkasan Pasar AI
Aktivitas on-chain XRPL melonjak, dengan alamat aktif naik ~655% menjadi ~356.000 dan transaksi pada akhir Agustus meningkat seiring volume, menandakan lonjakan keterlibatan yang tiba-tiba meski kinerja token tetap lesu. Data jangka lebih panjang (222,4 juta transaksi pada Q2; 8 juta+ akun teraktivasi) menunjukkan pemanfaatan yang membaik, sementara penciptaan alamat baru yang datar mengindikasikan bahwa pengguna yang sudah ada mendorong pergerakan tersebut. Tokenisasi dan adopsi stablecoin RLUSD milik Ripple tampaknya menjadi katalis utama.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
XRP/USDT-2.35%
Wawasan AI · XRP/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Aktivitas alamat aktif di XRP Ledger (XRPL) melonjak 654,71% dalam lonjakan keterlibatan jaringan yang tajam, kontras dengan pergerakan harga token yang cenderung lesu. Lonjakan tersebut mendorong jumlah alamat aktif ke sekitar 356.000, jauh melampaui rata-rata harian jaringan belakangan ini. Sepanjang 2026, XRP banyak bergerak di kisaran US$1, dan baru-baru ini ditutup pada level yang terakhir terlihat sejak akhir November 2024. Gambaran angka di balik lonjakan Untuk melihat seberapa tidak lazim lonjakan ini, patokannya jelas. Pada Agustus 2026, rata-rata alamat aktif harian berada di sekitar 35.700, naik 35% dari rata-rata Juli yang sekitar 26.400. Puncak harian selama Agustus sempat mencapai kira-kira 49.900 alamat. Aktivitas transaksi ikut menguat seiring pertumbuhan alamat. Pada akhir Agustus, jumlah transaksi berhasil di XRPL naik sekitar 65,5%, sementara volume transaksi keseluruhan meningkat sekitar 38,5%. Kuartal II 2026 mencatat 222,4 juta transaksi, menjadi total kuartalan tertinggi kedua sepanjang sejarah ledger. XRPL juga melewati tonggak penting lebih awal tahun ini: jumlah akun yang diaktifkan menembus 8 juta pada Juli, naik dari sekitar 7,85 juta pada Maret. Meski begitu, pembentukan alamat baru relatif datar di sekitar 2.260 per hari. Selisih antara pertumbuhan akun teraktivasi dan alamat baru mengindikasikan pemegang lama, bukan pendatang baru, yang kian aktif. Peran stablecoin dan tokenisasi Salah satu pendorong yang berulang muncul dalam data XRPL adalah aktivitas tokenisasi, terutama terkait stablecoin RLUSD milik Ripple. Hingga pertengahan 2026, sekitar 59.000 pemegang tercatat menggunakan stablecoin di XRP Ledger. RLUSD diluncurkan sebagai jawaban Ripple terhadap USDC dan USDT, dengan fokus pada kebutuhan penyelesaian transaksi institusional, bukan perdagangan ritel.