Gedung Putih Akan Bertemu Senator Bahas Bagian Etika dalam Clarity Act

Ringkasan Pasar AI
Pembicaraan antara Gedung Putih dan Senat bertujuan untuk menyelesaikan bagian etika yang tersisa dari Clarity Act, sebuah hambatan utama untuk meloloskan RUU struktur pasar kripto AS sebelum masa reses Agustus. Kemajuan akan mengurangi ketidakpastian regulasi, tetapi penundaan dan gesekan politik terkait pembatasan keterkaitan pejabat senior dengan kripto membuat jadwal dan cakupan final tetap tidak jelas. Dampak pasar dalam jangka dekat didorong oleh perubahan probabilitas pengesahan, bukan oleh perubahan aturan yang segera berlaku.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.57%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Pejabat senior Gedung Putih dijadwalkan bertemu dengan para senator AS pada Kamis untuk merampungkan isu tersulit yang masih tersisa dalam rancangan undang-undang pengaturan pasar kripto AS, menurut sejumlah sumber yang mengetahui rencana tersebut. Digital Asset Market Clarity Act memasuki pekan-pekan terakhir jendela peluang realistis untuk lolos di Senat pada tahun ini. Bagian yang belum selesai terutama menyangkut pembatasan kepentingan bisnis pribadi pejabat pemerintah senior di sektor kripto. Partai Demokrat menuntut adanya batasan tersebut, terutama untuk merespons keterkaitan Presiden Donald Trump dengan industri kripto. Hingga kini, perunding belum menemukan titik kompromi, sementara kalender Senat kian mendesak. Sejumlah sumber mengatakan pertemuan itu dapat melibatkan Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles. Tujuannya untuk menjembatani perbedaan terkait ketentuan etika. Draf versi yang hampir final sempat diperkirakan mulai beredar, tetapi salah satu sumber menyebutkan distribusinya bisa mundur ke akhir pekan ini seiring negosiasi berlanjut. Juru bicara Gedung Putih belum memberikan komentar terkait rencana pertemuan tersebut. Dalam beberapa waktu terakhir, negosiasi lintas partai dilaporkan menemui jalan buntu pada klausul etika. Demokrat menuntut agar presiden, wakil presiden, dan anggota Kongres dibatasi dalam keterkaitan kripto pribadi mereka. Tekanan meningkat setelah Trump mengungkapkan bahwa ia meraup lebih dari US$1 miliar dari keterlibatannya di industri itu pada 2025. Pada Selasa, sejumlah senator Demokrat menggelar konferensi pers dan menyerukan penolakan terhadap Clarity Act jika aturan itu tidak memutus apa yang mereka sebut sebagai keterkaitan "korup" Trump dengan sektor kripto. Kelompok yang vokal tersebut tidak mencakup Senator Ruben Gallego, Demokrat yang selama berbulan-bulan berada di garis depan perundingan klausul etika Clarity Act. Gallego, bersama Senator Demokrat Angela Alsobrooks—keduanya mendukung RUU itu di tingkat komite—menyatakan pada Mei bahwa mereka tidak akan mendukung pengesahan final tanpa ketentuan etika. Pelaku industri berpendapat, jika bagian etika dapat disepakati, Clarity Act akan lebih mudah melewati sisa tahapan di Senat. Sikap Trump untuk menerima pembatasan yang berpotensi berdampak pada dirinya masih menjadi tanda tanya. Senat dijadwalkan meninggalkan Washington untuk reses musim panas yang panjang setelah pekan pertama Agustus. Ini menyisakan hanya beberapa minggu untuk merampungkan upaya final Clarity Act sebelum para legislator berpencar dan mulai lebih fokus pada pemilu paruh waktu November. Pemimpin Mayoritas Senat John Thune mengatakan ia akan tetap mendorong pembahasan Clarity pada akhir bulan ini, terlepas dari apakah bahasa finalnya sudah disepakati atau belum.