Visa dan Nium Uji Penyelesaian Stablecoin di Singapura di Luar Jam Operasional Perbankan

Ringkasan Pasar AI
Uji coba percontohan BLOOM yang diawasi MAS oleh Visa dan Nium yang menguji penyelesaian stablecoin di luar jam perbankan mendukung institusionalisasi rel pembayaran berbasis blockchain. Jika tangguh secara operasional dan patuh, penyelesaian 24/7 dapat mengurangi float lintas batas dan penundaan yang didorong oleh kalender, sehingga meningkatkan alur kerja treasury dan remitansi. Pengawasan MAS dapat menurunkan persepsi risiko regulasi bagi bank dan jaringan pembayaran, yang berpotensi mempercepat eksperimen yang lebih luas dengan stablecoin untuk aliran penyelesaian dunia nyata.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
ETH/USDT-1.28%
Wawasan AI · ETH/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Visa dan Nium menjalankan uji coba penyelesaian pembayaran berbasis stablecoin di Singapura untuk melihat apakah transaksi dapat diselesaikan di luar jam operasional bank dan kalender hari kerja. Sejumlah laporan, termasuk dari Fintech News Singapore dan crypto.news, menyebut pilot ini berlangsung במסגרת BLOOM, inisiatif yang berada di bawah pengawasan Monetary Authority of Singapore (MAS) dan berfokus pada modernisasi infrastruktur pembayaran dengan pemanfaatan aset digital. Selama ini, penyelesaian pembayaran lintas negara masih sangat bergantung pada jam layanan bank serta pembatasan hari kerja. Akibatnya, dana kerap "mengendap" saat akhir pekan atau hari libur sebelum penyelesaian final terjadi. Stablecoin yang berjalan di jaringan blockchain 24/7 dinilai berpotensi mengurangi jeda tersebut. Visa disebut telah beberapa tahun mengeksplorasi infrastruktur stablecoin untuk keperluan settlement. Perusahaan ini sebelumnya juga bekerja sama dengan jaringan blockchain untuk memindahkan nilai antara merchant dan acquirer menggunakan token dolar digital. Sementara Nium, penyedia infrastruktur pembayaran berbasis Singapura, mendukung arus dana lintas negara untuk bank dan perusahaan fintech. Keterlibatan Nium mengindikasikan pengujian diarahkan pada alur settlement yang aplikatif, bukan sekadar eksperimen konsep. MAS sendiri dikenal aktif mendorong pengujian infrastruktur aset digital, termasuk program terkait tokenized deposits, wholesale settlement, serta kerangka stablecoin. BLOOM dipandang sejalan dengan pendekatan tersebut, di mana inovasi didorong dengan pengawasan regulator, bukan dibatasi secara menyeluruh. Detail teknis pilot Visa–Nium belum diungkap dalam pemberitaan yang tersedia, termasuk stablecoin atau jaringan blockchain yang digunakan. Kedua perusahaan juga belum mempublikasikan dokumentasi rinci mengenai volume penyelesaian maupun jadwal implementasi. Informasi yang beredar menekankan bahwa tujuan pilot adalah menguji kemampuan settlement di luar hari kerja normal, bukan menggantikan infrastruktur pembayaran yang ada sepenuhnya. Keterlambatan settlement karena kalender hari kerja telah lama menjadi sumber friksi dalam pembayaran internasional. Perusahaan yang beroperasi lintas zona waktu dapat menghadapi penantian beberapa hari hingga dana benar-benar tersedia. Jika terbukti andal dan patuh regulasi, settlement stablecoin dapat mengurangi friksi tersebut bagi pengelolaan treasury korporasi maupun penyedia remitansi. Kepastian regulasi tetap menjadi faktor kunci untuk memperluas penggunaan stablecoin dalam settlement pembayaran. Keterlibatan MAS memberi kerangka uji coba yang diawasi, membedakannya dari eksperimen stablecoin di sektor swasta tanpa pengawasan. Perbedaan ini dapat menjadi pertimbangan penting bagi bank dan penyedia pembayaran yang masih berhati-hati terhadap infrastruktur aset digital yang tidak teregulasi. Dampak pasar: bila uji coba berhasil, hal ini dapat mendorong jaringan pembayaran lain dan bank untuk menilai settlement stablecoin bagi arus korporasi yang sensitif waktu. Dukungan regulator Singapura juga berpotensi menenangkan institusi yang selama ini waspada terhadap eksposur stablecoin karena isu kepatuhan. Bagi Visa, integrasi stablecoin yang lebih dalam dapat memperkuat posisinya di infrastruktur settlement lintas negara. Bagi Nium, partisipasi ini mempertegas perannya sebagai mitra pembayaran yang mampu mendukung jalur berbasis aset digital. Dampak yang lebih luas kemungkinan bergantung pada apakah hasil pilot dipublikasikan dan apakah MAS memperluas BLOOM kepada peserta tambahan. Pilot Visa–Nium menambah daftar eksperimen stablecoin yang diawasi regulator di Singapura. Hasilnya dapat memengaruhi cara jaringan pembayaran menangani kebutuhan settlement di luar jam operasional bank ke depan. Tanya Jawab Apa itu BLOOM? BLOOM adalah inisiatif di bawah pengawasan Monetary Authority of Singapore (MAS) yang berfokus menguji infrastruktur aset digital untuk pembayaran, menurut laporan yang membahas pilot ini. Apa yang diuji Visa dan Nium? Keduanya menguji settlement berbasis stablecoin yang dirancang beroperasi melampaui batas hari kerja standar, untuk mengatasi keterlambatan akibat kalender perbankan tradisional. Mengapa settlement di luar hari kerja penting? Jalur pembayaran konvensional sering berhenti saat akhir pekan dan hari libur, sehingga ketersediaan dana tertunda. Stablecoin berjalan kontinu di jaringan blockchain, sehingga berpotensi mengurangi penundaan tersebut. Apakah Visa pernah menggunakan stablecoin sebelumnya? Ya. Visa sebelumnya telah mengeksplorasi settlement berbasis blockchain menggunakan stablecoin, meski pilot ini merupakan pengujian spesifik dengan pengawasan MAS di Singapura. Apa peran Nium dalam pilot? Nium adalah penyedia infrastruktur pembayaran berbasis Singapura yang mendukung pergerakan dana lintas negara. Keterlibatannya menunjukkan pilot menargetkan penggunaan settlement yang praktis. Laporan awal oleh AltcoinGordon, ditulis oleh Olivia Hayes. Dipublikasikan ulang dengan izin. Lihat versi asli di AltcoinGordon →