Visa dan Nium Uji Coba Penyelesaian Stablecoin 7 Hari lewat Program BLOOM MAS

Ringkasan Pasar AI
Uji coba Visa dan Nium di bawah BLOOM milik MAS Singapura untuk memungkinkan penyelesaian tujuh hari menggunakan stablecoin yang didukung USD/EUR dan teregulasi menandakan percepatan adopsi institusional atas rel pembayaran yang ditokenisasi. Dengan memperluas penyelesaian hingga akhir pekan dan hari libur sambil memanfaatkan tumpukan kepatuhan Visa, inisiatif ini dapat meningkatkan akses likuiditas dan efisiensi operasional untuk arus lintas batas. Kabar ini mendukung kepercayaan yang lebih luas terhadap infrastruktur stablecoin teregulasi dan jaringan pembayaran yang berdekatan dengan kripto.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-2.34%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Visa bekerja sama dengan Nium untuk mengeksplorasi penyelesaian (settlement) stablecoin selama tujuh hari dalam sepekan melalui inisiatif BLOOM di Singapura, seiring upaya raksasa pembayaran itu menguji arus pembayaran lintas negara yang lebih cepat dan semakin "programmable", menurut laporan Fintech News Singapore. Program BLOOM dipimpin Monetary Authority of Singapore (MAS). BLOOM merupakan singkatan dari Borderless, Liquid, Open, Online and Multicurrency, dan menjadi wadah bagi institusi keuangan serta pelaku industri untuk menguji pembayaran lintas negara yang lebih cepat. Maybank Singapore baru-baru ini bergabung untuk membantu pengembangan standar bersama dan infrastruktur bagi pembayaran lintas negara yang ditokenisasi. Nium menjadi mitra uji coba pertama Visa dalam program ini. Karena settlement pembayaran umumnya hanya terjadi pada hari kerja, kedua perusahaan akan menguji settlement pada akhir pekan dan hari libur nasional. Dalam pilot ini, pihak-pihak terkait akan menggunakan stablecoin teregulasi yang didukung mata uang utama, termasuk dolar AS dan euro, dipadukan dengan jaringan pembayaran Visa serta sistem kepatuhan (compliance) yang dimilikinya. Targetnya adalah memangkas jeda proses dan memberi institusi keuangan peserta akses dana lebih cepat di luar jam settlement standar. BLOOM juga dirancang untuk menguji pembayaran lintas negara yang lebih cepat dan lebih mudah diprogram. Uji coba ini menjadi bagian dari eksperimen Visa yang lebih luas terkait settlement berbasis blockchain, seiring perusahaan memperluas jaringan melampaui rel kartu (card rails) ke infrastruktur aset digital. Adeline Kim, Group Country Manager Visa untuk Regional Southeast Asia, mengatakan pilot ini mengeksplorasi bagaimana stablecoin dapat melengkapi infrastruktur pembayaran yang sudah ada, meningkatkan fleksibilitas settlement sembari menjaga standar keamanan, ketahanan, dan kepatuhan yang menopang perdagangan global. Amaresh Mohan, Chief Risk and Compliance Officer Nium, menyebutnya sebagai langkah menuju interoperabilitas tanpa hambatan antara rel pembayaran tradisional dan rel berbasis stablecoin, seraya menambahkan bahwa konvergensi keduanya tak terhindarkan dan penting. Visa dan Nium belum mengungkapkan jadwal pelaksanaan pilot tersebut. Inisiatif ini menjadi salah satu upaya paling menonjol dari jaringan kartu global untuk mengintegrasikan stablecoin teregulasi ke rel settlement mereka. Uji coba ini juga termasuk yang pertama memasangkan jaringan kartu global dengan penyedia pembayaran berlisensi untuk menguji settlement stablecoin di luar hari kerja standar—kasus penggunaan yang secara aktif didorong regulator di Singapura. Langkah ini menambah daftar pergerakan bank-bank di kawasan yang mulai masuk ke infrastruktur stablecoin.