Vietnam Tetapkan Denda Regulasi Kripto, Transaksi di Bursa Tanpa Izin Bisa Didenda hingga US$1.900
Ringkasan Pasar AI
Dekret Vietnam 284/2026/NĐCP memperkenalkan denda dan kewenangan penegakan hukum untuk perdagangan kripto, penerbitan, serta pelanggaran AML tanpa izin, berlaku mulai 1 September. Kerangka ini menandai pergeseran dari aktivitas informal menuju pasar yang diawasi menjelang peluncuran yang diperkirakan pada Q3, meningkatkan risiko kepatuhan bagi platform luar negeri sekaligus memperbaiki kejelasan regulasi bagi operator berlisensi. Mengingat tingginya adopsi dan besarnya volume transaksi di Vietnam, aturan ini dapat memengaruhi arus likuiditas regional dan pemilihan platform.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+2.77%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Menurut laporan Huo Xing Finance, pemerintah Vietnam pada 20 Juli menerbitkan Dekret No. 284/2026/NĐCP yang menetapkan kerangka sanksi administratif untuk aktivitas perdagangan mata uang kripto tanpa izin, sebagai langkah menuju pasar kripto teregulasi.
Aturan baru ini menyebut investor yang bertransaksi kripto melalui platform tanpa lisensi dapat dikenai denda hingga 500 juta VND (sekitar US$1.900). Penerbitan aset kripto tanpa otorisasi serta pelanggaran serius ketentuan anti pencucian uang (AML) dapat dikenai denda hingga 2 miliar VND (sekitar US$7.700).
Dekret tersebut juga memberi kewenangan kepada otoritas pengawas untuk menghentikan operasi terkait kripto, mencabut lisensi, dan menyita aset yang terkait. Ketentuan ini akan berlaku mulai 1 September.
Sebelumnya, Vietnam membuka pendaftaran lisensi bursa kripto domestik pada Januari tahun ini. Pada Mei, Wakil Menteri Keuangan Nguyen Duc Chi menyatakan pasar kripto teregulasi Vietnam diperkirakan mulai beroperasi pada kuartal III tahun ini.
Data Chainalysis menunjukkan Vietnam menempati peringkat keempat dunia dalam Cryptocurrency Adoption Index 2025. Perusahaan itu memperkirakan pedagang di Vietnam melakukan transaksi aset digital lebih dari US$220 miliar sepanjang Juli 2024 hingga Juni 2025.