Wapres Vance Desak The Fed Pangkas Suku Bunga usai Rilis Data Inflasi

Ringkasan Pasar AI
Wakil Presiden AS Vance kembali meningkatkan tekanan publik kepada The Fed untuk memangkas suku bunga menjelang rapat FOMC 15–16 September, dengan secara eksplisit mengaitkan kebijakan dengan keterjangkauan perumahan. Komentar tersebut berkontras dengan pesan hawkish terbaru dari Ketua Powell dan sinyal yang terpecah dari gubernur lainnya, sehingga memperkuat ketidakpastian terkait jalur suku bunga dalam waktu dekat. Tekanan politik juga menimbulkan kekhawatiran tentang independensi The Fed, faktor yang dapat meningkatkan volatilitas suku bunga dan FX, khususnya dalam penetapan harga USD.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCSIDXY2USD/USDT+0.13%
Wawasan AI · NCSIDXY2USD/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Wakil Presiden AS Vance kembali melontarkan tekanan terbuka kepada Federal Reserve agar menurunkan suku bunga. Pernyataan itu muncul saat sinyal terbaru dari internal bank sentral—termasuk dari Ketua The Fed Jerome Powell yang pernah dinominasikan Donald Trump—dinilai pasar mulai mengarah lebih "hawkish". Dalam jumpa pers di Gedung Putih pada Kamis, 3 September, Vance mengatakan, "Kami percaya Federal Reserve seharusnya memangkas suku bunga," dan menyebut langkah tersebut sebagai respons yang "tepat dan bertanggung jawab" terhadap data inflasi terbaru. Ia menambahkan, "Kami melakukan banyak hal untuk menurunkan suku bunga, tetapi akan lebih baik jika kami bisa mendapat bantuan dari Federal Reserve." Vance mengaitkan seruannya dengan keterjangkauan perumahan. Menurutnya, presiden sangat memperhatikan tingkat suku bunga karena ingin warga Amerika mampu membeli rumah; semakin tinggi suku bunga, semakin mahal biaya pinjaman. CNBC melaporkan pernyataan itu disampaikan saat Vance ditanya mengenai pandangan pemerintahan Trump terhadap fluktuasi pasar obligasi AS. Komentar tersebut keluar kurang dari dua pekan menjelang rapat penetapan suku bunga Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 15–16 September. Berdasarkan data FedWatch dari CME Group, ekspektasi pelaku pasar saat ini hampir berimbang terkait kemungkinan rapat tersebut menghasilkan kenaikan suku bunga, mencerminkan ketidakpastian arah pasar yang tinggi. Pernyataan Vance kontras dengan sinyal yang belakangan datang dari The Fed. Kurang dari sepekan sebelumnya, Powell berbicara di Jackson Hole, Wyoming, dan menegaskan komitmen menurunkan inflasi kembali ke target 2%. Ia juga menyebut suku bunga jangka pendek sebagai "alat utama" untuk mencapai mandat ganda, yang diartikan sebagian pelaku pasar sebagai sinyal potensi kenaikan suku bunga. Pandangan di kalangan pejabat The Fed sendiri masih terbelah. Pada Selasa, Gubernur The Fed Michael Barr menyatakan siap mendukung kenaikan suku bunga apabila inflasi tetap tinggi. Pada Kamis lebih awal, Gubernur Waller menyampaikan preferensi untuk menahan suku bunga. Ini bukan kali pertama Vance menekan bank sentral. Pada Juni tahun ini, setelah Biro Statistik Tenaga Kerja AS merilis data CPI Mei, Vance bersama Trump di X menyerukan pemangkasan suku bunga. Saat itu, CPI Mei naik 0,1% secara bulanan dan CPI inti juga meningkat 0,1% secara bulanan, dengan inflasi tahunan masing-masing 2,4% dan 2,8%—masih di atas target 2% The Fed. Vance kala itu menggunakan nada lebih keras, menyebut penolakan The Fed untuk memangkas suku bunga sebagai kegagalan kebijakan moneter. Pada periode yang sama, Trump juga menulis di Truth Social dan meminta The Fed memangkas suku bunga hingga satu poin persentase penuh. Ia menekankan langkah itu "sangat penting", dengan alasan suku bunga lebih rendah akan menghemat pembayaran bunga dalam jumlah besar pada utang AS yang akan jatuh tempo. Menurut CNBC, pernyataan terbaru Vance berpotensi memperbesar kekhawatiran pasar terkait terkikisnya independensi The Fed. Trump sebelumnya pernah menekan Powell, pendahulu Vance, untuk memangkas suku bunga secara agresif dan kini berupaya menyingkirkan Gubernur The Fed Lisa Cook. The Fed terakhir kali memangkas suku bunga pada Desember 2024. Sejak itu, para pejabat mempertahankan kebijakan sambil berulang kali menyampaikan kekhawatiran bahwa kebijakan tarif dapat mendorong harga naik pada periode mendatang.