Departemen Keuangan AS dan HM Treasury Inggris Susun Rekomendasi Bersama untuk Tokenisasi dan Stablecoin

Ringkasan Pasar AI
Departemen Keuangan A.S. dan HM Treasury Inggris mengeluarkan rekomendasi bersama untuk menyelaraskan pengawasan atas stablecoin dan keuangan bertokenisasi, termasuk preferensi eksplisit untuk stablecoin yang sepenuhnya didukung 1:1 oleh aset likuid berkualitas tinggi serta proposal untuk pengujian tokenisasi lintas batas. Pendekatan terkoordinasi ini mengurangi risiko fragmentasi regulasi seiring waktu, tetapi dampak jangka pendek bergantung pada tindak lanjut melalui aturan pelaksanaan di A.S. dan uji coba obligasi bertokenisasi di Inggris.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+4.34%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Departemen Keuangan Amerika Serikat (U.S. Department of the Treasury) dan HM Treasury Inggris merilis rekomendasi bersama melalui kelompok kerja lintas Atlantik untuk menyelaraskan pengawasan pasar keuangan atas aset digital, dengan fokus pada stablecoin dan tokenized finance. Dalam pernyataan yang dipublikasikan Selasa, kedua lembaga menegaskan perlunya menyamakan ekspektasi regulasi guna menjaga stabilitas sistem keuangan tanpa memicu distorsi pasar yang tidak perlu. Rekomendasi ini juga mendorong uji coba lintas negara untuk aset yang ditokenisasi serta koordinasi yang lebih erat antara regulator AS dan Bank of England dalam merumuskan pendekatan bersama atas aturan tokenized asset. Poin utama rekomendasi - AS dan Inggris menyerukan penyelarasan regulasi stablecoin, dengan penekanan agar persyaratan yang dibentuk tidak melemahkan kompetisi lintas negara. - Dalam kerangka bersama, stablecoin diminta didukung penuh setidaknya satu banding satu oleh aset berkualitas tinggi dan likuid. - Untuk tokenized finance, otoritas diminta mempertimbangkan pembentukan kelompok yang dipimpin sektor swasta guna menguji use case lintas negara. - Inggris mempercepat agenda tokenisasi lewat laporan yang didukung pemerintah, yang mengaitkan adopsi tokenisasi dengan potensi peningkatan ekonomi yang bermakna pada 2035. Fokus transatlantik: stablecoin dan tokenisasi Pernyataan bersama Treasury dan HM Treasury diterbitkan dalam kerangka Transatlantic Taskforce for the Markets of the Future, sebuah inisiatif bilateral untuk memperkuat kerja sama lintas pasar keuangan. Kedua pihak menyebut rekomendendasi ini dirancang agar aturan di masing-masing yurisdiksi tetap dapat disesuaikan, tetapi menghasilkan keluaran yang sebanding untuk risiko dan aktivitas yang sebanding. Untuk stablecoin, AS dan Inggris menargetkan terbentuknya pasar stablecoin lintas negara yang dinamis. Arah kebijakannya digambarkan sebagai upaya menyeimbangkan penyelarasan regulasi dengan kebutuhan menghindari dampak yang dapat mengganggu stabilitas pasar atau meredam persaingan lintas batas. Ketentuan backing disebut secara tegas. Pernyataan itu menyatakan stablecoin harus "sepenuhnya didukung, setidaknya satu banding satu, oleh aset berkualitas tinggi dan likuid". Formulasi tersebut sejalan dengan konsep utama yang juga tercermin dalam pembahasan legislasi di AS. Di sisi AS, pernyataan bersama tidak menyebut secara eksplisit Guiding and Establishing National Innovation for US Stablecoins (GENIUS) Act. Meski begitu, penekanan pada stablecoin yang "fully backed" sejalan dengan pendekatan yang ditempuh GENIUS. GENIUS ditandatangani menjadi undang-undang tahun lalu dan masih menunggu persetujuan regulasi pelaksana sebelum berlaku efektif pada Januari 2027. Uji coba lintas negara dan penyelarasan pendekatan untuk aset yang ditokenisasi Di luar stablecoin, dokumen tersebut memuat rekomendasi terkait tokenized finance dan aktivitas lintas batas. Gugus tugas mendorong otoritas mempertimbangkan pembentukan kelompok yang dipimpin sektor swasta untuk "pengujian use case lintas negara bagi tokenized assets". Penekanan pada pengujian use case dinilai penting karena tokenisasi dapat diimplementasikan secara berbeda bergantung pada kelas aset, struktur penyelesaian (settlement), serta pihak lawan transaksi. Uji coba lintas negara diposisikan sebagai langkah praktis untuk mengidentifikasi perbedaan ekspektasi regulasi dan membuka peluang lahirnya standar bersama melalui eksperimen di dunia nyata. Dalam aspek pengaturan, pernyataan itu menyebut lembaga keuangan AS dan Bank of England perlu mengidentifikasi pendekatan bersama dalam regulasi tokenized assets. Walau tidak memuat teks aturan yang spesifik, sinyalnya jelas: regulator di kedua sisi Atlantik mengarah pada konvergensi perlakuan terhadap aset yang ditokenisasi dari sisi pengawasan dan manajemen risiko. Laporan Inggris: tokenisasi bisa dorong ekonomi hingga 2035 Rekomendasi AS-Inggris hadir berdekatan dengan meningkatnya perhatian di Inggris terhadap manfaat ekonomi tokenisasi. Pemberitaan Cointelegraph sebelumnya menyoroti laporan gugus tugas industri yang didukung pemerintah Inggris, yang memperkirakan Inggris berpotensi menambah hingga US$44 miliar pada output ekonomi tahunan pada 2035 jika negara tersebut menjadi yurisdiksi terdepan untuk tokenisasi, tokenisasi berkembang secara global, dan adopsi domestik meningkat seiring negara-negara utama lainnya. Dalam laporan itu, gugus tugas juga meminta Inggris menerbitkan obligasi bertoken (tokenized bonds) pada kuartal I 2027 serta mengusulkan pengujian transaksi keuangan di blockchain. Usulan tersebut menunjukkan pergeseran dari diskusi kebijakan ke langkah infrastruktur pasar yang konkret, yang akan meningkatkan kebutuhan regulator untuk menetapkan kerangka yang konsisten bagi sekuritas bertoken dan mekanisme penyelesaian. Jika dibaca bersama, pesan transatlantik dari Treasury dan HM Treasury menegaskan tokenisasi kian dipandang bukan sekadar isu teknologi, melainkan isu pasar keuangan lintas negara yang membutuhkan koordinasi. Saat instrumen utang bertoken dan transaksi berbasis blockchain meluas, regulator perlu menyepakati ekspektasi bersama terkait kustodian, finalitas penyelesaian, keterbukaan informasi, serta batas penerapan aturan pasar keuangan yang sudah ada. Yang perlu dipantau pelaku pasar Rekomendasi bersama ini pada dasarnya merupakan penetapan arah kebijakan: menyamakan standar backing stablecoin dan merancang kolaborasi untuk pengujian tokenized asset serta koherensi regulasi. Bagi pelaku pasar, pertanyaan terdekat adalah seberapa cepat penyelarasan ini berubah menjadi panduan yang dapat diimplementasikan, terutama karena rezim stablecoin AS masih menunggu regulasi pelaksana di bawah GENIUS. Saat Inggris mengejar penerbitan tokenized bonds dan pengujian transaksi blockchain menuju 2027, sementara proses rulemaking AS bergerak mengikuti tenggat GENIUS, fokus utama pemantauan ada pada apakah uji coba lintas negara menghasilkan rekomendasi yang operasional dan apakah konsep "comparable outcomes" untuk regulasi stablecoin dan tokenized assets menjadi semakin spesifik dalam praktik. Artikel ini pertama kali dipublikasikan dengan judul US and UK Treasury plan shared rules for tokenization and stablecoins di Crypto Breaking News.