Waktu Clarity Act kian menipis menjelang reses Senat
Ringkasan Pasar AI
Perundang-undangan struktur pasar kripto AS (Clarity Act) menghadapi jadwal yang ketat menjelang masa reses Senat, dengan pimpinan mengisyaratkan pemungutan suara prosedural dalam waktu dekat namun bahasa etik masih belum terselesaikan dan tidak ada respons dari Gedung Putih terhadap kompromi terbaru. Ketidakpastian ini membuat kejelasan regulasi tetap menggantung, yang dapat memengaruhi selera risiko, perencanaan bursa dan penerbit, serta penentuan posisi jangka dekat di seluruh aset kripto utama.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.88%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Clarity Act, rancangan undang-undang struktur pasar kripto, memasuki fase krusial pekan ini. Senat AS dijadwalkan mulai reses lima pekan pada Jumat, sehingga ruang gerak legislasi ini tinggal sampai akhir pekan berjalan. Pemimpin Mayoritas Senat John Thune (@LeaderJohnThune) menyatakan pemungutan suara awal kemungkinan digelar sebelum tenggat tersebut.
Senator Bill Hagerty (@SenatorHagerty) mengatakan kepada Fox Business, "Kami harus meloloskan Clarity Act," seraya memperingatkan AS berisiko tertinggal dalam pengembangan aset digital.
Hambatan utama datang lintas partai. Sejumlah Demokrat menuntut redaksi yang lebih tegas pada bagian etika untuk melarang pejabat serta keluarga mereka terlibat dalam usaha kripto. Di sisi lain, Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas draf kompromi hasil revisi yang dikirimkan pekan lalu.
RUU ini telah lolos dari DPR AS tahun lalu dengan dukungan bipartisan yang kuat. Kini, nasibnya ditentukan di detik-detik akhir menjelang reses.