ZTE Kantongi Lisensi AS untuk Membeli Chip Nvidia H200, Isyarat Pelonggaran Dagang yang Masih Hati-hati
Ringkasan Pasar AI
Lisensi ekspor AS yang mengizinkan entitas terkait ZTE membeli chip Nvidia H200 (serta persetujuan terpisah untuk perangkat keras AMD) menandakan pelonggaran moderat dalam kebuntuan semikonduktor AS-Tiongkok. Meski pengiriman yang dilaporkan sangat kecil dan H200 tetap berada di bawah kontrol ekspor, perluasan pembeli Tiongkok yang disetujui di luar perusahaan internet besar meningkatkan visibilitas pendapatan secara marginal dan menopang sentimen terhadap saham perangkat keras AI di tengah ketidakpastian kepatuhan dan kebijakan yang masih berlangsung.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCSKNVDA2USD/USDT-0.88%
Wawasan AI · NCSKNVDA2USD/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Unit telekomunikasi ZTE, ZTE Kangxun Telecom, bersama produsen server Maginfra memperoleh persetujuan pemerintah AS untuk membeli chip AI Nvidia H200. Pada hari yang sama, anak usaha Kingsoft juga mendapatkan izin untuk mengakses perangkat keras pesaing dari AMD.
Izin tersebut, yang diberitakan Reuters pada 14 Juli, memperluas daftar perusahaan Tiongkok yang dapat memperoleh semikonduktor canggih buatan AS. Sejauh ini, penerima persetujuan lebih banyak didominasi perusahaan internet terbesar di Tiongkok. Masuknya produsen peralatan telekomunikasi dan pembuat server mengindikasikan Departemen Perdagangan AS mulai membuka akses lebih lebar, meski terbatas.
Wakil Menteri Perdagangan AS Jeffrey Kessler mengonfirmasi pengiriman chip H200 ke Tiongkok dan Hong Kong sudah dimulai, dengan volume yang disebut "sangat kecil". H200 merupakan chip Nvidia generasi lebih lama yang tetap berada dalam cakupan persyaratan kontrol ekspor AS untuk penjualan ke Tiongkok. Saham Nvidia dan AMD menguat setelah kabar tersebut.
Persetujuan ini muncul di tengah dorongan Beijing mempercepat pengembangan alternatif chip domestik, dengan chip Ascend dari Huawei sebagai contoh paling menonjol. Di sisi lain, Nvidia memperketat pemeriksaan kepatuhan di Singapura, Malaysia, dan Jepang untuk memastikan chip yang dijual di pasar tersebut tidak dialihkan ke pembeli yang dibatasi.
Bagi produsen chip AS, dampak pendapatannya dinilai signifikan namun belum mengubah permainan. Tiongkok tetap menjadi pasar potensial yang besar untuk perangkat keras AI, dan setiap lisensi menjadi tambahan pemasukan. Akses yang konsisten dalam skala besar masih belum pasti, dan ketidakpastian itu ikut memengaruhi cara investor menilai proyeksi laba ke depan.