AS dan Inggris Rilis Peta Jalan Aset Digital untuk Dorong Inovasi Stablecoin
Ringkasan Pasar AI
Peta jalan bersama AS-Inggris menandakan percepatan koordinasi regulasi atas stablecoin dan aset yang ditokenisasi, dengan tujuan mengurangi fragmentasi pasar dan memungkinkan pembiayaan lintas batas. Fokus pernyataan tersebut pada standar kustodian, pemisahan cadangan, perlindungan konsumen, dan prioritas dalam kebangkrutan bagi pemegang meningkatkan kejelasan seputar penerbitan stablecoin yang teregulasi dan penggunaannya dalam pembayaran serta pasar modal. Dalam jangka dekat, peningkatan visibilitas kebijakan dapat mendukung selera risiko di seluruh kriptoaset utama seiring jalur kepatuhan semakin menguat.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+3.58%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
ChainCatcher melaporkan, mengutip The Block, Amerika Serikat dan Inggris memperdalam kerja sama di bidang aset digital melalui pernyataan bersama Transatlantic Future Markets Working Group. Kelompok kerja tersebut menilai stablecoin teregulasi berpotensi meningkatkan efisiensi serta daya saing sistem keuangan.
Dibentuk tahun lalu, kelompok ini bertujuan memperkuat kolaborasi bilateral dan mengurangi fragmentasi pasar. Dalam pernyataannya, kelompok kerja mendorong Bank of England, Financial Conduct Authority (FCA) Inggris, serta Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan Securities and Exchange Commission (SEC) AS untuk menyusun kerangka penanganan aset bertokenisasi. FCA dan SEC juga diminta "mengeksplorasi opsi untuk memfasilitasi pembiayaan lintas batas".
Pernyataan tersebut juga menyerukan penguatan persaingan dan inovasi pada stablecoin, simpanan bertokenisasi, dan aset lain, dengan penekanan pada standar kustodian, pemisahan cadangan, dan perlindungan konsumen. Dokumen itu turut menegaskan perlunya kejelasan prioritas klaim hukum bagi pemegang stablecoin apabila terjadi kebangkrutan.
Rilis ini bertepatan dengan satu tahun pengesahan UU GENIUS di AS. Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, dalam dengar pendapat di hadapan House Committee on Financial Services menyatakan bahwa "aturan sedang difinalisasi menjelang tenggat 18 Juli".