Kekhawatiran defisit AS dorong reli emas dan bitcoin
Ringkasan Pasar AI
Defisit dan utang AS yang melebar, bersamaan dengan program pembelian kembali Treasury yang diperluas, semakin memperkuat "perdagangan depresiasi mata uang": USD yang lebih lemah, tekanan pada Treasury berjangka panjang, dan aset lindung nilai inflasi yang lebih kuat. Efek sinyal dari pembelian kembali tersebut dipandang mendukung emas dan kripto meskipun ukurannya kecil dibandingkan dengan kedalaman pasar. Imbal hasil jangka panjang yang tinggi dan meningkatnya peluang kenaikan suku bunga The Fed menjaga volatilitas suku bunga tetap tinggi, membentuk positioning lintas aset dalam jangka dekat.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+0.29%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Menurut CoinDesk, pelebaran defisit anggaran Amerika Serikat dan naiknya utang nasional kembali memicu apa yang di Wall Street disebut sebagai "currency depreciation trade". Sentimen pasar mengarah jelas: emas dan bitcoin menguat, dolar melemah, dan obligasi pemerintah AS tenor panjang masih berada di bawah tekanan.
Departemen Keuangan AS meningkatkan intensitas operasi pembelian kembali (buyback) surat utang. Pekan lalu, Treasury menyatakan akan menaikkan batas nominal per transaksi buyback dari US$2 miliar menjadi setidaknya US$4 miliar. Dua pejabat senior Treasury kemudian menyebut pemerintah juga dapat memanfaatkan dana dari rekening umum (general account) untuk mendukung skema tersebut.
Kebijakan itu muncul di tengah dua perkembangan besar: defisit anggaran bulanan AS pada Juli naik ke level tertinggi dalam lima tahun, sementara total utang federal melampaui US$40 triliun. Sebelumnya, Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan Treasury memiliki "banyak alat" untuk menstabilkan pasar obligasi pemerintah.
Pelaku pasar menilai sinyal kebijakan lebih penting daripada besaran buyback. Stephen Coltman, Head of Macro di 21Shares, mengatakan bahwa meski ukuran pembelian yang diumumkan relatif kecil dibandingkan keseluruhan pasar, efek sinyalnya kuat.
Emas dan bitcoin bergerak naik bersamaan. Dalam skenario seperti ini, investor cenderung beralih ke aset yang dianggap lebih efektif melindungi daya beli dari pelemahan mata uang, termasuk logam mulia dan aset kripto. Emas naik ke level tertinggi tiga bulan pada Senin, setelah menguat lebih dari 5% pada pekan sebelumnya. Secara bulanan, Agustus berpeluang mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak 1999; harga juga sudah naik selama lima pekan berturut-turut.
Bitcoin naik 2% pada Senin ke level tertinggi sejak Mei. Setelah mencatat kenaikan kumulatif 22% dalam tiga hari, bitcoin membukukan lonjakan tiga hari terbesar sejak 2023. Pada perdagangan Asia Selasa, bitcoin sempat menyentuh US$80.000.
Di sisi lain, dolar AS terus melemah. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja dolar terhadap enam mata uang utama, turun ke level terendah hampir tiga bulan pada pekan lalu, melemah dalam tiga dari empat pekan terakhir, dan bergerak nyaris datar pada Senin.
Imbal hasil tenor panjang tetap tinggi. Meski Treasury melakukan buyback, pasar obligasi pemerintah AS belum menunjukkan stabilisasi berarti. Pekan lalu, yield Treasury jangka panjang melonjak, dengan yield tenor 30 tahun mendekati 5,34%, mendekati level tertinggi sekitar 20 tahun dan jelas di atas 4,82% pada akhir Juni. Setelah pengumuman buyback, yield sempat turun lalu kembali naik, mengindikasikan investor obligasi menilai langkah saat ini belum cukup meredakan tekanan.
Nohshad Shah, Head of Fixed Income Sales di Citadel, menilai operasi semacam itu bisa memberi dukungan sementara bagi pasar obligasi, tetapi berpotensi melemahkan dolar lebih jauh dan memperkuat tekanan inflasi. Ia menambahkan, jika dolar terus melemah dan kondisi keuangan ikut melonggar, The Fed bisa terdorong mempertahankan kebijakan yang lebih ketat.
Data CME FedWatch menunjukkan pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober sebesar 56%, naik lebih dari 7 poin persentase dibanding sepekan sebelumnya.
Penilaian Wall Street masih terbelah. Sejumlah institusi menilai gelombang transaksi ini masih punya ruang berlanjut. Analis Deutsche Bank, Michael Hsueh, menyebut harga emas bahkan berpotensi melampaui target mereka di US$4.800 per ons, seraya menilai perubahan kebijakan Treasury memperkuat pandangan bullish terhadap emas.
Pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio, juga mengatakan posisi fiskal pemerintah AS berada pada titik balik; bila tidak ditangani sejak awal, utang bisa menumpuk ke level yang sulit diselesaikan tanpa biaya yang sangat besar.
Sebagian investor tetap menilai masih terlalu dini untuk sepenuhnya mengadopsi logika "currency depreciation trade". Alexander Lis, Chief Investment Officer di Social Discovery Ventures, mengatakan keberlanjutan strategi tersebut masih perlu dibuktikan, kecuali ada konfirmasi bahwa The Fed akan sejalan dengan arah kebijakan Treasury.