Thailand Susun Aturan ETF Spot Bitcoin dan Ether, Buka Konsultasi Publik hingga 20 September
Ringkasan Pasar AI
SEC Thailand telah melangkah maju dari prinsip tingkat tinggi ke rancangan regulasi untuk ETF spot Bitcoin dan Ether yang tercatat di Stock Exchange of Thailand, dengan konsultasi dibuka hingga 20 Sept. Kerangka kerja tersebut membatasi aset yang memenuhi syarat pada BTC dan ETH, mengharuskan ETF memiliki setidaknya 80% eksposur bersih terhadap koin yang dilacak, dan menekankan kustodian yang mengutamakan domestik dengan penggunaan kustodian asing secara bersyarat. Ini mendukung akses institusional dan infrastruktur pasar.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-0.50%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Komisi Sekuritas dan Bursa Thailand (SEC) selangkah lebih dekat membuka jalan bagi ETF spot Bitcoin dan Ether di dalam negeri. Regulator mengumumkan dua dokumen konsultasi publik pada Senin, yang menandai pergeseran dari usulan berbasis prinsip menjadi rancangan regulasi yang lebih rinci, termasuk pendekatan baru terkait kustodian aset kripto.
SEC meminta masukan publik atas dua naskah terpisah: rancangan aturan untuk ETF kripto spot yang akan tercatat di Thailand, serta prinsip kualifikasi bagi kustodian aset digital asing yang digunakan reksa dana dan private fund yang berinvestasi pada aset digital. Kedua konsultasi dibuka hingga 20 September.
Rancangan aturan ETF spot di SET
Dalam rancangan tersebut, ETF yang memenuhi syarat hanya ETF pasif yang melacak Bitcoin (BTC) atau Ether (ETH). Produk akan diperdagangkan secara eksklusif di Stock Exchange of Thailand (SET). Setiap ETF hanya boleh melacak satu aset.
SEC juga menetapkan ketentuan eksposur untuk menjaga kinerja dana tetap sejalan dengan aset acuan. ETF wajib mempertahankan eksposur bersih rata-rata minimal 80% dari nilai aset bersih (NAV) terhadap kripto yang dilacak sepanjang setiap tahun akuntansi.
Dari sisi ekosistem dana, SEC mengusulkan agar reksa dana dan private fund di Thailand dapat berinvestasi pada ETF kripto yang berdomisili di Thailand. Investasi pada ETF kripto luar negeri tetap dimungkinkan di area yang sudah diizinkan sebelumnya, dengan tetap mengikuti batasan investasi yang berlaku.
Perubahan setelah masukan konsultasi April
Paket rancangan ini menyusul konsultasi SEC pada April yang memaparkan prinsip umum kerangka ETF. SEC menyampaikan mayoritas responden mendukung kerangka tersebut, tetapi masukan—terutama terkait pengaturan kustodian—mendorong penyesuaian arah kebijakan.
Aspek kustodian menjadi fokus karena berperan besar dalam kontrol risiko ETF. Standar kustodian menentukan siapa sponsor dana yang bisa berpartisipasi, infrastruktur yang harus digunakan, serta bagaimana aset investor dilindungi.
Standar kustodian direvisi: prioritaskan domestik, asing bila diperlukan
Bersamaan dengan rancangan aturan ETF, SEC merevisi konsep pengaturan kustodian. Untuk tahap awal, ETF kripto diperkirakan terutama menggunakan kustodian aset digital (digital asset/DA) di dalam negeri. SEC menyatakan penggunaan kustodian DA asing yang memenuhi syarat dapat diizinkan bila diperlukan dan sesuai dengan kondisi.
Untuk konsultasi terpisah yang menyoroti kustodian aset digital asing bagi reksa dana dan private fund, persyaratan dibuat lebih tegas. Penyedia asing harus berada di bawah pengawasan otoritas yang memiliki kewenangan hukum, serta memenuhi standar regulasi dan perlindungan aset investor yang dinilai memadai oleh SEC Thailand.
Dengan demikian, Thailand membangun struktur dua lapis: pada saat peluncuran, ETF spot cenderung mengandalkan kustodian domestik; sementara penggunaan kustodian asing dapat dipertimbangkan dalam situasi tertentu untuk aktivitas dana aset digital lainnya. Perbedaan ini berpotensi memengaruhi jadwal persetujuan produk, karena kapasitas kustodian dan pengawasan regulator sering menjadi faktor penentu dalam peluncuran ETF spot kripto.
Yang diizinkan dan yang belum dibuka pada fase awal
Rancangan regulasi menegaskan jalur investasi yang diprioritaskan pada tahap pertama. Reksa dana dan private fund dapat membeli ETF kripto berdomisili Thailand, dan juga ETF kripto asing jika sudah diizinkan sebelumnya, sepanjang mematuhi ketentuan batasan investasi yang berlaku.
SEC belum berencana mengizinkan produk "pembungkus" (wrapper) alternatif yang terhubung dengan ETF kripto asing pada fase awal, termasuk depositary receipts yang melacak dana asing tersebut. Arah ini mengindikasikan Thailand ingin memulai dengan model eksposur langsung, bukan struktur tidak langsung yang menambah lapisan risiko pihak lawan dan kompleksitas produk.
Mengapa kerangka ETF Thailand jadi sorotan
Langkah SEC ini sejalan dengan upaya Thailand memposisikan diri sebagai pusat aset digital bagi institusi. Kerangka yang dirancang bertujuan menyalurkan akses spot Bitcoin dan Ether melalui instrumen bursa yang teregulasi, yang berpotensi memperluas partisipasi institusi di luar kanal kripto tradisional.
Pelaku pasar akan mencermati detail konsultasi kustodian, terutama bagaimana SEC menafsirkan kondisi "diperlukan dan sesuai" untuk penggunaan kustodian asing. Frasa tersebut bisa menentukan apakah sponsor lokal akan menghadapi hambatan saat membawa pengaturan kustodian internasional pada persetujuan awal, atau apakah kapasitas kustodian domestik cukup untuk gelombang pencatatan pertama di SET.