Saylor: Tak Pernah Jual Bitcoin Pribadi Meski Strategy Lepas Ribuan BTC

Ringkasan Pasar AI
Michael Saylor mengatakan ia tidak pernah menjual BTC pribadinya, sementara Strategy telah menjual 5.225 BTC pada 2026 untuk mendanai dividen dan pembelian kembali STRC dalam kerangka modal barunya. Pengungkapan ini menegaskan bahwa kepemilikan BTC korporasi dapat dimonetisasi untuk kebutuhan likuiditas dan struktur permodalan, meskipun ada pesan "jangan pernah menjual" kepada individu. Kritik komunitas menimbulkan beban reputasi, tetapi dampak pasar jangka dekat terutama melalui pasokan tambahan secara bertahap dan sinyal terkait perilaku pengelolaan kas perusahaan.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.86%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Michael Saylor menyatakan dirinya tidak pernah menjual Bitcoin dari kepemilikan pribadinya dan menyebut diri sebagai "penabung". Pernyataan itu muncul setelah Strategy—perusahaan yang dikenal sebagai pemegang Bitcoin terbesar di kalangan emiten publik—telah menjual lebih dari 5.000 BTC sepanjang 2026 untuk memperkuat cadangan dolar AS dan mendukung kebutuhan korporasi. Saylor, selaku executive chairman Strategy, menegaskan pemisahan antara aset pribadinya dan kas perusahaan. Ia juga mengatakan posisinya membuat ia tetap bisa menyarankan investor individu agar tidak menjual Bitcoin. Menurut Saylor, pesan "never sell" yang pernah ia gaungkan ditujukan untuk individu, bukan untuk Strategy sebagai perusahaan publik yang harus mengelola dividen, utang, serta kewajiban finansial lain. Dalam dokumen keterbukaan ke regulator, Strategy juga menyebut penjualan Bitcoin bisa dilakukan sesuai kebutuhan likuiditas dan kondisi pasar modal. Penjualan Bitcoin terbaru terjadi pada pekan yang berakhir 2 Agustus, ketika Strategy melepas 1.638 BTC senilai US$104,7 juta. Sekitar separuh dana digunakan untuk membayar dividen saham preferen STRC, dan sisanya untuk program buyback STRC. Perusahaan melaporkan pembelian kembali 912.142 saham STRC senilai US$81,2 juta, yang dibiayai dari hasil penjualan BTC serta tambahan US$28,5 juta dari penjualan saham biasa. Langkah ini merupakan bagian dari kerangka permodalan yang diumumkan pada Juni 2026, dengan target buyback STRC hingga US$1 miliar. Hingga kini, Strategy sudah dua kali melakukan buyback STRC dengan total nilai US$106,2 juta. Di sisi lain, Strategy sudah tiga kali menjual BTC pada 2026. Perusahaan lebih dulu melepas 32 BTC senilai US$2,5 juta pada Mei, lalu menjual 3.555 BTC senilai US$216 juta pada Juli. Dengan penjualan terbaru, total BTC yang dilepas tahun ini mencapai 5.225 BTC, sehingga kepemilikan turun menjadi 842.138 BTC. Dua transaksi terakhir menghimpun US$321 juta dan terjadi setelah kerangka permodalan diumumkan pada Juni. Dalam kerangka tersebut, Strategy dapat menghimpun hingga US$1,25 miliar melalui penjualan BTC. Pernyataan Saylor memicu kritik di komunitas kripto. Sejumlah pengguna menilai ia sebelumnya sangat vokal menentang penjualan Bitcoin, dan kini dinilai tidak konsisten. Unggahan lama Saylor kembali beredar, termasuk kutipan "jual ginjal kalau perlu, tapi simpan Bitcoinnya" serta saran bahwa orang bisa menggadaikan rumah untuk membeli Bitcoin. Sebagian pihak juga menyoroti klaim kepemilikan pribadi Saylor sulit diverifikasi. CEO Helius Labs, Mert Mumtaz, berpendapat Saylor secara teoritis bisa saja memindahkan seluruh BTC miliknya ke Strategy dan menjualnya lewat perusahaan, sembari menyatakan ia tidak menjual secara pribadi. Di pasar, Bitcoin diperdagangkan sekitar US$63.900 setelah naik tipis 1% dalam 24 jam terakhir. Saham MSTR naik 2% ke US$95,36, sementara STRC juga menguat di kisaran yang sama dan berada di US$91,84.