Pengajuan Strategy ke SEC menunjukkan bahwa perusahaan menjual 1.638 BTC dengan kerugian untuk mendanai kewajiban dividen preferred dan membeli kembali STRC, sembari juga menerbitkan saham untuk membangun cadangan sebesar $4 miliar USD. Ini menandai pergeseran dari akumulasi murni menuju monetisasi BTC dan pengelolaan neraca. Meskipun penjualan BTC tersebut kecil dibandingkan dengan kepemilikannya, hal itu dapat membebani sentimen jangka pendek dengan memberi sinyal potensi tekanan penjualan berkelanjutan dan terprogram.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+0.87%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Strategy, perusahaan pengelola kas berbasis Bitcoin, kembali melepas sebagian kepemilikan BTC pekan lalu, berdasarkan dokumen Form 8-K yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC). Perusahaan menjual 1.638 BTC senilai US$104,7 juta dan menggunakan dananya untuk memenuhi kewajiban dividen serta membeli kembali saham STRC. Setelah transaksi ini, total kepemilikan Strategy turun menjadi 842.138 BTC.
Penjualan tersebut dilakukan pada harga rata-rata US$63.957 per BTC, jauh di bawah rata-rata harga perolehan US$75.419. Dengan harga pasar saat ini, 842.138 BTC milik Strategy bernilai sekitar US$52,6 miliar.
Dana hasil penjualan BTC dipakai untuk kewajiban dividen saham preferen dan untuk membeli kembali Variable Rate Series A Perpetual Stretch Preferred Stock (STRC) senilai US$52,3 juta. Dokumen 8-K yang sama juga mengungkap Strategy menjual 3.011.361 lembar saham MSTR, mengantongi US$290,6 juta. Hasil penjualan saham tersebut digunakan untuk menaikkan cadangan dolar AS (USD reserve) menjadi US$4 miliar serta melakukan buyback STRC tambahan senilai US$28,9 juta. Sisa US$11,7 juta dialihkan ke saldo kas.
Per 2 Agustus 2026, Strategy masih memiliki ruang penerbitan dan penjualan saham MSTR senilai US$22,7 miliar.
Dari sisi posisi BTC, akumulasi Strategy saat ini tercatat dibeli senilai US$63,51 miliar dengan basis biaya rata-rata US$75.419, menurut data Bitcoin Treasuries. Dengan Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$64.000, posisi tersebut berada sekitar US$10 miliar di bawah modal (unrealized loss). Penjualan BTC terbaru menghasilkan kerugian terealisasi sekitar US$20 juta.
Di media sosial, Michael Saylor pada Minggu mengunggah grafik pelacak Bitcoin milik Strategy dengan keterangan "Bitcoin Drive engaged." Unggahan akhir pekannya sebelumnya kerap diartikan sebagai sinyal pembelian BTC, tetapi belakangan dinilai lebih samar seiring perubahan prioritas perusahaan.
Strategy menyatakan kerangka Digital Credit Capital Framework membatasi penggunaan USD reserve untuk pembayaran dividen saham preferen dan bunga. Perusahaan juga mengesahkan program pembelian kembali senilai US$1 miliar serta menerapkan kebijakan dividen STRC yang fleksibel. Selain itu, Strategy menyetujui buyback saham biasa (common stock) senilai US$1 miliar dan memperluas program monetisasi Bitcoin yang memungkinkan penjualan hingga US$5 miliar BTC untuk mendanai cadangan, pembayaran bunga, pembelian kembali sekuritas, dan dividen.
Langkah penjualan BTC ini menarik perhatian karena pada Februari 2024 Saylor pernah menyatakan tidak memiliki "rencana untuk menjual Bitcoin", menyebut strategi perusahaan sebagai "akumulasi tanpa jalan keluar." Kini, penjualan sebagian BTC dilakukan ketika STRC—saham preferen berimbal hasil tinggi—menjadi fokus, termasuk untuk membangun cadangan USD.
Meski volume penjualan ini relatif kecil dibanding total kepemilikan, signifikansinya terletak pada perubahan pendekatan perusahaan yang identitasnya lama dibangun di atas cadangan Bitcoin, dan kini menjual untuk memperkuat cadangan dolar AS.
Dalam periode yang sama, Strategy menggunakan US$52,3 juta dari total US$104,73 juta hasil penjualan BTC, ditambah sebagian dana dari penjualan saham biasa, untuk membeli STRC sehingga total buyback STRC mencapai US$81,2 juta. USD reserve sebesar US$4 miliar akan digunakan untuk memenuhi kewajiban dividen STRC. STRC menawarkan pembayaran tahunan 12%, yang berarti arus keluar dividen cukup besar.
Cadangan USD dinilai membantu Strategy memenuhi kewajiban dividen tanpa harus menjual BTC secara terpaksa pada level harga yang tidak menguntungkan. Buyback STRC juga dapat menurunkan beban dividen di masa depan ketika BTC masih berada di level lebih rendah. Meski dinilai rasional dari sisi manajemen keuangan, langkah ini dinilai bertentangan dengan narasi "tidak pernah menjual" yang kerap dikaitkan dengan Saylor.
Saylor menghadapi kritik atas rangkaian penjualan tersebut. Ia membela keputusan itu di X dengan menulis: "Ketika saya mengatakan 'Never Sell Your Bitcoin', saya berbicara dari satu penabung ke penabung lain. Saya tidak pernah menjual milik saya. Tidak satu satoshi pun. Strategy adalah perusahaan publik, bukan dompet saya. Sejak 2020, perusahaan mengungkapkan dapat membeli atau menjual $BTC untuk mengelola modal. Keyakinan kami pada Bitcoin tetap tidak berubah."
Pernyataan itu memicu respons keras, termasuk dari Peter Schiff yang menilai Saylor menciptakan kesan menyesatkan. Schiff juga menyebut STRC sebagai beban bagi MSTR yang mendorong penjualan BTC berkelanjutan dan dilusi saham biasa. Dalam komentarnya, Schiff menyatakan: "Dalam sepekan terakhir, @saylor menjual 1.638 Bitcoin dan lebih dari 3 juta saham $MSTR untuk menggalang kas dan buyback $STRC. Ini menurunkan Bitcoin YTD Yield menjadi 3,5%, turun 74% dari puncak Mei. STRC kini menjadi beban di leher MSTR, memastikan penjualan Bitcoin berlanjut dan dilusi saham biasa."
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi. Konten ini tidak ditawarkan atau dimaksudkan sebagai nasihat hukum, pajak, investasi, keuangan, atau nasihat lainnya.