Emas Menguat Tipis, Perak Terkoreksi; Harga Minyak Jaga Risiko Inflasi Tetap Tinggi

Ringkasan Pasar AI
Emas naik tipis seiring data harga konsumen dan produsen AS yang lebih lunak menekan imbal hasil Treasury dan dolar AS, sehingga meningkatkan daya tarik relatif logam non-yielding tersebut. Namun, harga minyak mentah yang tetap tinggi terkait ketegangan baru di Selat Hormuz membuat risiko inflasi kembali menjadi sorotan, sehingga memperumit prospek suku bunga. Perak tertinggal, menandakan posisi di logam mulia yang beragam meski masukan makro yang mendukung bagi emas.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCCOGOLD2USD/USDT+0.06%
Wawasan AI · NCCOGOLD2USD/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Harga emas spot bergerak naik tipis, sementara perak spot melemah pada perdagangan sore hari di AS, Rabu. Data inflasi konsumen dan produsen AS yang lebih lunak menekan imbal hasil Treasury serta dolar AS. Di sisi lain, memanasnya kembali ketegangan di Selat Hormuz menjaga harga minyak mentah tetap tinggi, sehingga risiko inflasi masih menjadi perhatian pasar. Pada saat laporan ini disusun, emas spot diperdagangkan di sekitar US$4.060,90 per ounce, naik 0,23%. Perak spot berada di kisaran US$57,68, turun 1,52% pada sesi tersebut. Emas bergerak dalam rentang harian US$4.016,60 hingga US$4.081,50. Logam mulia ini bertahan di atas area US$4.000, tetapi masih tertahan di bawah zona resistance US$4.091 hingga US$4.104 yang membatasi upaya pemulihan terbaru. Perak mencatat rentang harian US$56,50 hingga US$59,20. Kenaikan di atas US$58,00 tidak bertahan, dan perak tetap berada di bawah area resistance US$60,00 hingga US$62,00. Sumber: Kitco