Korea Selatan Longgarkan Aturan Valas untuk Dorong Pemakaian Global Won
Ringkasan Pasar AI
Perombakan aturan valas Korea Selatan pada Juli 2023 menaikkan ambang pelaporan untuk remitansi dan pelaporan pinjaman dalam mata uang asing serta menyederhanakan pelaporan FDI, sehingga mengurangi friksi kepatuhan dan memperluas penyedia layanan valas yang memenuhi syarat. Perubahan ini menandakan bias kebijakan menuju arus modal lintas batas yang lebih lancar dan internasionalisasi won yang lebih besar, yang dapat memengaruhi likuiditas valas regional dan aktivitas lindung nilai. Paket kebijakan ini secara eksplisit terpisah dari regulasi kripto, sehingga membatasi dampak langsung pada aset digital.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCFXUSD2JPY/USDT+0.10%
Wawasan AI · NCFXUSD2JPY/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Korea Selatan memperbarui bagian penting dari aturan transaksi valuta asing (valas) tahun ini, dengan ketentuan baru mulai berlaku pada 4 Juli 2023. Kementerian Ekonomi dan Keuangan sebelumnya sudah memberi sinyal pada Februari, lalu pengesahan kabinet pada 27 Juni membuat paket perubahan ini resmi.
Perubahan paling menonjol adalah kenaikan ambang bukti/dokumen untuk remitansi ke luar negeri: dari US$50.000 menjadi US$100.000 per tahun. Artinya, penduduk dan pelaku usaha di Korea yang mengirim dana ke luar negeri kini hanya perlu memenuhi persyaratan dokumentasi ketika total transfer tahunan melampaui batas baru tersebut.
Ambang pelaporan untuk pinjaman valas berskala besar juga dinaikkan, dari US$30 juta menjadi US$50 juta per tahun. Perusahaan Korea yang mengambil utang dalam mata uang asing mendapat ruang lebih luas sebelum wajib menyampaikan laporan kepada regulator.
Di sisi investasi langsung asing (FDI), pemerintah menyederhanakan struktur pelaporan. Sejumlah transaksi yang sebelumnya harus dilaporkan secara real time atau per transaksi kini dapat menggunakan skema pelaporan tahunan secara ex-post.
Akses pelaku pasar turut diperluas. Layanan penukaran mata uang diperkenankan untuk lebih banyak perusahaan sekuritas, sementara perusahaan pembiayaan sekuritas diizinkan masuk ke pasar swap valas. Bagi investor asing, aturan transaksi juga dilonggarkan.
Pemerintah menekankan bahwa langkah-langkah ini ditujukan untuk mengurangi beban regulasi dan memperlancar arus modal lintas batas. Di balik penyesuaian teknis tersebut, target jangka panjangnya jelas: Seoul ingin won Korea digunakan lebih luas dalam perdagangan dan keuangan internasional.
Kerangka valas Korea Selatan berakar pada Foreign Exchange Transactions Act tahun 1999, dan sejak itu pelonggarannya dilakukan bertahap.
Khusus aset kripto, paket amandemen 2023 ini tidak menyentuhnya. Tidak ada sanksi baru, tidak ada perubahan kewajiban pelaporan, dan tidak ada penyesuaian regulasi langsung terkait kripto atau aset digital. Selama beberapa tahun terakhir, Korea Selatan membangun regulasi aset digital melalui jalur legislasi terpisah, termasuk Act on Reporting and Using Specified Financial Transaction Information yang membawa bursa kripto ke dalam kewajiban anti pencucian uang. Reformasi valas dan regulasi kripto berjalan paralel, belum menyatu.
Bagi perusahaan multinasional yang beroperasi di Korea, kenaikan ambang pelaporan pinjaman valas dipandang sebagai perubahan paling relevan secara operasional karena mengurangi jumlah pelaporan terkait pengelolaan utang valas. Untuk investor asing, pelonggaran aturan transaksi dan bertambahnya perusahaan yang boleh menyediakan layanan valas mengirim sinyal yang sama: Seoul berupaya membuat pasar Korea lebih mudah diakses dari luar.