Ekosistem RWA Solana Tembus US$4 Miliar, Waktu Slot Dipangkas ke 350 ms
Ringkasan Pasar AI
Ekosistem RWA Solana melampaui $4B, bersamaan dengan pemangkasan slot-time dari 400ms menjadi 350ms, memperkuat narasi tokenisasi jaringan dan meningkatkan latensi untuk aktivitas onchain berfrekuensi lebih tinggi. Arus masuk RWA yang dilaporkan dan peningkatan bertahap yang lebih cepat (menuju slot 200ms) dapat mendukung likuiditas yang lebih dalam pada Treasury dan ekuitas yang ditokenisasi di venue SPL. Berita ini menyoroti momentum kompetitif dibandingkan Ethereum dalam pertumbuhan RWA terbaru, meskipun basis Ethereum lebih besar.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
SOL/USDT+2.21%
Wawasan AI · SOL/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
TL;DR Nilai total (TV) ekosistem real-world asset (RWA) di Solana melampaui US$4 miliar pada 23 Agustus, memperkuat dorongan tokenisasi di jaringan tersebut. Di saat yang hampir bersamaan, Solana mengaktifkan penurunan slottime pertama melalui SIMD0525, memangkas target waktu slot dari 400 milidetik menjadi 350 milidetik pada epoch 1020. Penyesuaian ini menjadi tahap awal dari rencana bertahap menuju slot 200 milidetik, ketika tokenisasi U.S. Treasuries, saham, dan aset lain terus meluas di infrastruktur Solana.
Dalam unggahan resmi bertanggal 23 Agustus, Solana menyebut total nilai ekosistem RWA-nya telah menembus US$4 miliar dan mencetak rekor tertinggi baru.
Kedua perkembangan itu menyoroti arah strategi Solana: aktivitas RWA tumbuh lewat produk keuangan bertokenisasi, sementara latensi jaringan ditekan agar aktivitas on-chain berfrekuensi tinggi makin realistis. Data Solana Compass menunjukkan rata-rata throughput pengguna 1.710 transaksi per detik selama enam hari sebelum upgrade, dengan pemanfaatan compute 27,7% dari batas blok sebelumnya.
Arus dana RWA ikut menguat. Data yang dikutip Motley Fool mencatat Solana membukukan inflow RWA US$263 juta dalam 30 hari hingga 19 Agustus, sementara Ethereum mencatat outflow US$337 juta. Dalam periode yang sama, pasar RWA Solana tumbuh 10,6%, sedangkan Ethereum naik 1,3%.
Tokenisasi U.S. Treasuries menyumbang sekitar US$1,2 miliar dari total RWA Solana dan meningkat 16,1% pada periode tersebut. Di sisi produk ekuitas, platform xStocks milik Backed Finance memperluas ketersediaan saham dan ETF AS bertokenisasi sebagai SPL token. Produk-produk itu dapat diakses melalui venue berbasis Solana seperti Raydium, Jupiter, dan Kamino.
Meski begitu, Ethereum masih menjadi basis RWA yang jauh lebih besar, sekitar US$17,2 miliar per 22 Agustus. Artinya, capaian US$4 miliar belum menjadikan Solana jaringan terbesar untuk aset bertokenisasi, tetapi menunjukkan laju ekspansi pasar tokenisasinya.
Dari sisi infrastruktur, SIMD0525 membagi akselerasi slot menjadi empat tahap: 400 ms ke 350 ms, lalu 300 ms, 250 ms, hingga 200 ms. Setiap tahap membutuhkan persetujuan validator serta periode stabilitas sebelum diaktifkan. Dokumen upgrade resmi Solana menyatakan penurunan waktu slot ditujukan untuk menekan latensi dan meningkatkan daya saing jaringan.
Proposal ini juga menyesuaikan batas compute per slot seiring interval blok yang makin singkat, agar kapasitas compute agregat tetap kurang lebih selaras dengan laju jaringan saat ini. Dengan kata lain, slot yang lebih cepat tidak otomatis menggandakan kapasitas eksekusi dengan faktor yang sama.
Perbedaan antara slot time dan finality juga menjadi sorotan. Konsensus TowerBFT Solana saat ini memiliki finality sekitar 12,8 detik. Sementara itu, desain ulang Alpenglow menargetkan median finality sekitar 150 ms dalam simulasi. Solana mencantumkan Agave 4.3—yang mencakup Alpenglow—sebagai rencana rilis pada Oktober 2026.