Senator AS Usulkan "Circuit Breaker" untuk Skema Imbal Hasil Stablecoin

Ringkasan Pasar AI
Negosiasi Senat mengenai aturan stablecoin AS semakin mengerucut pada usulan "circuit breaker" yang akan memungkinkan FDIC/OCC melakukan intervensi jika imbal hasil stablecoin mendorong arus keluar simpanan bank yang bersifat sistemik. Meski bukan larangan preventif, kewenangan tambahan berbasis pemicu ini meningkatkan ketidakpastian regulasi seputar desain stablecoin berimbal hasil dan dapat meredam selera risiko di seluruh kripto, khususnya untuk protokol dan venue yang bergantung pada insentif stablecoin. Teks RUU diperkirakan terbit dalam beberapa hari di tengah friksi politik yang berlanjut.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+4.01%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Perundingan di Senat AS terkait regulasi stablecoin masih berlanjut. Menurut CoinDesk, Senator Thom Tillis mengusulkan penambahan mekanisme "circuit breaker" dalam versi Senat dari CLARITY Act, yang memungkinkan regulator turun tangan bila menilai aktivitas terkait stablecoin memicu arus keluar simpanan bank secara lebih luas. Dalam beberapa pekan terakhir, skema imbal hasil (yield) stablecoin menjadi salah satu titik utama negosiasi. Kelompok perbankan khawatir produk stablecoin yang menawarkan imbal hasil mirip deposito dapat menarik dana dari sistem perbankan tradisional ke aset digital, sehingga melemahkan basis pendanaan bank untuk penyaluran kredit dan aktivitas operasional lainnya. Rancangan mekanisme ini, berdasarkan arah pembahasan yang sudah terungkap, akan memberi kewenangan intervensi kepada lembaga seperti Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) dan Office of the Comptroller of the Currency (OCC) ketika sudah terlihat tanda arus keluar simpanan yang bersifat sistemik. Ketentuannya bukan larangan menyeluruh yang bersifat preventif atas insentif stablecoin, melainkan tindakan setelah indikasi outflow teridentifikasi. Senat tampaknya berupaya menyeimbangkan dua kepentingan: tidak mematikan desain insentif stablecoin sekaligus menambah lapisan perlindungan bagi sistem perbankan. Kompromi sebelumnya belum meredakan kekhawatiran bank. Dalam negosiasi terdahulu yang melibatkan Tillis dan Senator Demokrat Angela Alsobrooks, kedua pihak sempat menyepakati ruang bagi perusahaan kripto untuk menawarkan imbalan yang terkait penggunaan, tetapi melarang yield stablecoin yang tidak dibatasi. Kelompok perbankan menilai rumusan "imbalan yang diperbolehkan" masih kabur dan menyisakan ketidakpastian besar tentang bagaimana regulator akan menafsirkan berbagai produk stablecoin ke depan. Bank komunitas menjadi pihak yang paling sensitif, karena khawatir aset digital ber-yield menarik simpanan secara luas dan menggerus sumber pendanaan bank lokal. Senat berencana merilis teks RUU dalam beberapa hari ke depan. Di luar isu stablecoin, pembahasan turut tersendat oleh perbedaan pandangan lain: sebagian legislator Demokrat meminta agar ketentuan etika terkait kepentingan bisnis kripto Presiden Trump dimasukkan sebagai syarat melanjutkan legislasi. Senator Elizabeth Warren juga pekan ini mendorong rekan-rekannya memasukkan pengaman tersebut. Senator Cynthia Lummis mengatakan dalam wawancara dengan FOX Business bahwa teks CLARITY Act diperkirakan akan dirilis dalam beberapa hari. Ia menyebut tujuan regulasi ini untuk memperkuat perlindungan konsumen, membantu penegak hukum memerangi pembiayaan ilegal, dan menjaga pertumbuhan pasar aset digital tetap berada di Amerika Serikat. Lummis juga menyatakan pimpinan Senat berupaya membawa RUU ini ke pemungutan suara penuh sebelum masa reses Agustus. Sebelumnya, sejumlah laporan menyebutkan bahwa bila negosiasi berjalan lancar, Senat menargetkan pemungutan suara pada akhir Juli. Penjadwalan final tetap bergantung pada Pemimpin Mayoritas Senat John Thune. Pada tahap ini, peluang dukungan bipartisan masih ditentukan oleh kemampuan Senat menyelesaikan perbedaan terkait regulasi stablecoin, ketentuan perlindungan perbankan, dan persyaratan etika.