SEC Ajukan Draf Revisi Aturan Kustodi Kripto ke Gedung Putih untuk Ditinjau
Ringkasan Pasar AI
Revisi rancangan SEC atas aturan kustodian kripto telah masuk ke peninjauan OMB Gedung Putih, menandakan momentum regulasi yang diperbarui mengenai bagaimana penasihat investasi dan dana dapat menyimpan kripto klien di bawah standar kustodian yang memenuhi syarat. Memperjelas persyaratan seputar kontrol kunci privat dan verifikasi onchain dapat mengurangi ambiguitas hukum, tetapi juga dapat membatasi kustodian yang diperbolehkan tergantung pada definisinya. Usulan tersebut masih bersifat awal hingga peninjauan OMB dan pemungutan suara Komisi, diikuti oleh komentar publik.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.67%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Menurut laporan CoinDesk, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) telah menyerahkan draf revisi aturan kustodi aset kripto kepada Gedung Putih untuk ditinjau. Langkah ini menandai dimulainya tahap awal dalam proses resmi penyusunan regulasi baru yang menyasar penasihat investasi dan perusahaan investasi terkait penyimpanan aset kripto.
Berdasarkan dokumen pengungkapan, draf tersebut diajukan ke Office of Management and Budget (OMB) pada 25 Agustus. SEC tidak akan merilis teks lengkap maupun membawa draf itu ke pemungutan suara komisioner sebelum OMB menyelesaikan peninjauannya.
Fokus utama revisi ini adalah memperjelas bagaimana penasihat investasi dan perusahaan investasi seharusnya menyimpan aset kripto milik klien dalam kerangka aturan kustodi SEC yang sudah ada. SEC menilai sebagian ketentuan saat ini disusun sebelum aset kripto masuk ke ekosistem investasi yang diregulasi, sehingga memunculkan ketidakpastian terkait penerapannya.
Dalam kerangka yang berlaku sekarang, jika penasihat investasi terdaftar memiliki kustodi atas dana atau sekuritas klien, aset umumnya harus dititipkan pada "qualified custodian", kecuali memenuhi pengecualian tertentu. Praktik kustodi kripto dinilai berbeda dari sekuritas tradisional. Kontrol private key, verifikasi kepemilikan on-chain, serta sistem kustodi berbasis blockchain menimbulkan tantangan interpretasi baru terhadap aturan yang ada. Draf ini diarahkan untuk menutup celah-celah regulasi tersebut.
SEC juga mempertimbangkan penghapusan persyaratan lama yang tidak lagi selaras dengan praktik perdagangan dan penyimpanan aset di pasar saat ini. Artinya, revisi ini tidak hanya menambahkan ketentuan khusus kripto, tetapi juga berpotensi memperbarui elemen usang dalam aturan kustodi tradisional.
Isu kustodi kripto bukan hal baru bagi SEC. Pada Maret 2023, SEC sempat mengusulkan aturan "Customer Asset Protection" untuk memperluas kewajiban kustodi bagi penasihat investasi terdaftar dan memasukkan lebih banyak aset pelanggan ke dalam cakupan, termasuk kripto. Saat itu, industri menyampaikan kekhawatiran besar, salah satunya karena banyak kustodian kripto mungkin tidak memenuhi definisi "qualified custodian", sehingga mempersempit pilihan penasihat investasi dalam menyimpan aset digital atas nama klien.
Pada Juni 2025, SEC menarik kembali proposal era mantan Ketua Gary Gensler dan menyatakan bahwa langkah regulasi berikutnya di area ini harus dimulai melalui proposal baru. Amandemen kustodi yang kini ditinjau merupakan bagian dari inisiatif rulemaking terpisah dan berdiri sendiri yang diluncurkan di bawah Ketua Paul Atkins.
Setelah OMB menyelesaikan peninjauan, draf akan dikembalikan ke SEC untuk diputuskan para komisioner apakah akan diterbitkan secara resmi sebagai proposal. Jika disetujui, teks lengkap akan dipublikasikan untuk pertama kalinya. Mengikuti prosedur standar, setelah proposal diumumkan, biasanya ada masa komentar publik minimal 60 hari bagi penasihat investasi, perusahaan investasi, kustodian, perusahaan kripto, dan pihak terkait lainnya untuk menyampaikan masukan. Staf SEC kemudian menelaah komentar tersebut dan dapat menyesuaikan beberapa ketentuan sebelum membawa versi final untuk pemungutan suara Komisi.
Sebagai informasi tambahan, tahun ini SEC juga memasukkan aset kripto, aturan broker-dealer, dan struktur pasar dalam agenda regulasi 2026, sejalan dengan inisiatif di Kongres terkait legislasi struktur pasar aset digital.