SEC Kirim Revisi Besar Aturan Kustodian Kripto ke OMB untuk Ditinjau

Ringkasan Pasar AI
SEC telah mengirimkan perombakan besar aturan kustodian kripto ke OMB Gedung Putih untuk peninjauan yang signifikan secara ekonomi, sehingga semakin dekat ke tahap publikasi dan komentar publik. Proposal ini bertujuan memperjelas bagaimana penasihat terdaftar dan dana dapat menyimpan aset digital di bawah undang-undang sekuritas lama, setelah aturan safeguarding 2023 sebelumnya ditarik. Definisi akhir mengenai kustodian yang patuh dan "kustodian yang memenuhi syarat" dapat secara material mengubah akses institusional dan persyaratan operasional di seluruh pasar kripto.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT-0.24%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
SEC membawa revisi besar aturan kustodian aset kripto ke proses peninjauan Gedung Putih, sebuah langkah yang dapat mengubah cara penasihat investasi dan reksa dana menyimpan aset digital. Pada 25 Agustus, Securities and Exchange Commission (SEC) menyerahkan rancangan perubahan aturan kustodian untuk penasihat investasi terdaftar dan perusahaan investasi kepada White House Office of Management and Budget (OMB). Pengajuan ini memulai tahap peninjauan eksekutif yang wajib ditempuh sebelum SEC dapat mempublikasikan proposal dan membawa rancangan tersebut ke pemungutan suara komisi. Selama OMB melakukan review, teks dan rincian proposal masih bersifat rahasia. Setelah OMB mengembalikan dokumen—berpotensi disertai penyuntingan—tiga komisaris Republik yang saat ini menjabat di SEC akan memutuskan apakah proposal dipublikasikan untuk menerima masukan publik. Fokus proposal ini adalah memperjelas bagaimana penasihat dan dana dapat mengkustodi aset kripto sambil tetap mematuhi aturan yang berlaku di bawah Investment Advisers Act of 1940 dan Investment Company Act of 1940. SEC juga ingin menutup celah dan ketidakpastian karena regulasi kustodian saat ini disusun sebelum kripto menjadi bagian rutin dari produk investasi dan portofolio advisory, termasuk situasi ketika kepemilikan dan kontrol bergantung pada private key serta sistem kustodian berbasis blockchain. SEC juga dapat menghapus sebagian persyaratan kustodian lama yang kini dipandang tidak lagi relevan seiring perubahan pasar dan praktik penyimpanan aset modern. Dalam agenda regulasi federal, proposal ini berstatus "economically significant". Artinya, SEC akan menilai estimasi biaya, manfaat, serta dampak ekonomi lainnya dalam proses penyusunan aturan. Bagi industri, aturan ini berpotensi memberi kejelasan tentang kustodian dan skema kustodian mana yang memenuhi persyaratan SEC untuk penasihat dan dana—isu krusial bagi penyedia kustodian kripto dan para penasihat yang mengandalkan mereka. Di bawah kepemimpinan Ketua sebelumnya, Gary Gensler, SEC pernah mengusulkan aturan Safeguarding Advisory Client Assets pada Maret 2023. Usulan tersebut akan memperluas kewajiban kustodian ke lebih banyak aset klien (termasuk kripto) dan pada umumnya mensyaratkan penggunaan "qualified custodian". Draf itu ditarik pada Juni 2025 setelah muncul kekhawatiran industri bahwa banyak penyedia kustodian kripto tidak memenuhi definisi "qualified custodian" yang diusulkan. Amandemen kustodian yang kini diproses merupakan rulemaking baru di era Ketua Paul Atkins dan bukan kelanjutan dari proposal era Gensler yang telah ditarik. Rincian terkait "qualified custodian", model kustodian, serta pendekatan SEC terhadap aset kripto baru akan terbuka setelah proposal dipublikasikan. Dalam konteks regulasi, aturan kustodian ini menjadi salah satu dari beberapa agenda kripto yang dimasukkan SEC ke jalur rulemaking formal di bawah Atkins. Pada Juli, SEC menambahkan tiga proposal terkait kripto ke agenda regulasi 2026 yang mencakup: pengecualian dan safe harbor untuk aset kripto; penerapan aturan broker-dealer bagi perusahaan yang menangani aset digital; serta aturan struktur pasar untuk perdagangan kripto di alternative trading systems dan bursa. Proposal kustodian ini muncul ketika Kongres masih merundingkan Digital Asset Market Clarity Act (DPR telah meloloskan versinya, CLARITY Act, pada 2025). Pembahasan Senat pada 2026 berfokus pada pembagian kewenangan antara SEC dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Atkins menyatakan SEC akan tetap bertindak atas isu yang berada dalam kewenangan undang-undangnya, meski pembentukan aturan yang memerlukan otoritas Kongres masih dibahas. Peninjauan OMB harus rampung sebelum proposal kembali ke SEC. Jika komisioner memilih untuk mempublikasikan rancangan aturan, periode komentar publik umumnya dibuka setidaknya 60 hari. Staf SEC akan menelaah masukan, dapat merevisi proposal, lalu komisi akan kembali melakukan pemungutan suara untuk menetapkan aturan final. Intinya, rulemaking kustodian ini berpotensi menghadirkan kejelasan regulasi yang lama dinanti terkait cara penasihat dan dana menyimpan kripto, sejalan dengan upaya SEC menempatkan aturan aset digital ke jalur formal. Pelaku industri, penyedia kustodian, dan pembuat kebijakan akan mencermati peninjauan OMB dan langkah berikutnya dari SEC, karena rincian akhirnya dapat berdampak material pada praktik kustodian, definisi "qualified custodian", serta opsi yang tersedia bagi penasihat yang mengelola kripto atas nama klien.