Departemen Keuangan AS bisa manfaatkan hingga US$1 triliun dari TGA untuk mendanai buyback obligasi
Ringkasan Pasar AI
Laporan bahwa Departemen Keuangan AS dapat menggunakan hingga ~US$1T dari Treasury General Account untuk mendanai perluasan buyback tenor panjang mengindikasikan injeksi likuiditas jangka dekat karena penarikan TGA meningkatkan cadangan bank. Hal ini dapat meningkatkan permintaan marjinal untuk Treasury tenor 10–30Y dan menekan imbal hasil di ujung panjang, sehingga melonggarkan kondisi keuangan. Dampaknya kemungkinan bersifat sementara karena TGA yang lebih rendah nantinya harus dibangun kembali melalui pajak atau penerbitan baru, sehingga memajukan tekanan pasokan.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCSIDXY2USD/USDT+0.16%
Wawasan AI · NCSIDXY2USD/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Sebuah laporan CNBC yang terbit hari ini menyebutkan bahwa Departemen Keuangan Amerika Serikat berpeluang memanfaatkan hampir US$1 triliun dari Treasury General Account (TGA) untuk membiayai perluasan program pembelian kembali (buyback) obligasi pemerintah.
TGA pada dasarnya adalah rekening kas Departemen Keuangan AS di Federal Reserve. Penerimaan pajak dan hasil penerbitan obligasi masuk ke rekening ini, sementara belanja pemerintah dan pembayaran utang dibayarkan dari sana. Saldo TGA diperkirakan dapat mencapai sekitar US$1,05 triliun pada akhir Oktober. Artinya, Departemen Keuangan memiliki bantalan kas yang besar, sehingga sebagian buyback dapat dilakukan dengan ketergantungan yang lebih kecil pada penerbitan utang jangka pendek dalam waktu dekat.
Langkah ini muncul saat imbal hasil (yield) Treasury 30 tahun sempat menyentuh 5,34% pada 19 Agustus, level tertinggi sejak 2007. Setelah itu, Departemen Keuangan mengumumkan peningkatan ukuran operasi buyback Treasury jangka panjang dari maksimum US$2 miliar per operasi menjadi setidaknya US$4 miliar, mencakup Treasury nominal dengan jatuh tempo 10–20 tahun dan 20–30 tahun. Meski demikian, yield Treasury 30 tahun masih bertahan di dekat level tertingginya sejak 2007, mengindikasikan kondisi pasar saat ini bukan sekadar persoalan kurangnya likuiditas.
Jika Departemen Keuangan menerbitkan Treasury jangka pendek dalam jumlah besar untuk menggalang dana buyback, tambahan pasokan tetap harus diserap pasar dan berpotensi menambah suplai pembiayaan jangka pendek. Dengan memakai TGA lebih dulu, tahapan tersebut bisa dilewati sementara. Ketika dana ditarik dari TGA untuk dibelanjakan, uang pada akhirnya mengalir ke sistem keuangan sektor swasta; dengan asumsi faktor lain tetap, cadangan (reserves) perbankan dapat meningkat.
Federal Reserve Bank of New York sebelumnya menekankan bahwa perubahan saldo TGA berdampak langsung pada likuiditas sistem keuangan. Penarikan besar-besaran oleh Departemen Keuangan dapat meningkatkan likuiditas sementara, sedangkan pengisian kembali TGA akan menyerap likuiditas.
Karena itu, bila buyback lebih banyak dibiayai lewat TGA, respons jangka pendek yang diperkirakan adalah: saldo kas Departemen Keuangan turun → likuiditas pasar naik → pembelian Treasury tenor panjang meningkat → yield jangka panjang tertekan. Inilah alasan pasar menilai penggunaan TGA sebagai pendekatan yang lebih agresif dibanding terus mengandalkan pembiayaan dari penerbitan obligasi jangka pendek.
Di sisi lain, strategi ini sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Departemen Keuangan secara jelas menyatakan ekspektasi untuk mempertahankan saldo kas sekitar US$950 miliar pada akhir September. Dari perspektif menengah hingga panjang, penurunan TGA yang signifikan pada akhirnya harus diimbangi melalui penerimaan pajak, penerbitan utang, dan arus kas fiskal. Dengan kata lain, tekanan penerbitan obligasi jangka pendek saat ini hanya ditunda ke kemudian hari.
Selain itu, yield Treasury jangka panjang tidak ditentukan hanya oleh dinamika pasokan dan permintaan. Buyback memang dapat memperbaiki likuiditas dan mengurangi pasokan obligasi tenor panjang secara marginal, sehingga menurunkan term premium. Namun bila investor tetap khawatir terhadap pelebaran defisit fiskal pemerintah AS dalam beberapa tahun ke depan, pembelian kembali puluhan bahkan ratusan miliar dolar Treasury kecil kemungkinannya mengubah keseimbangan jangka panjang. Yang dinilai benar-benar dibutuhkan pasar adalah rencana fiskal baru—langkah yang lebih besar.