Peretas Gasak 124,4 Juta Token RIO di Lima Blockchain

Ringkasan Pasar AI
Realio melaporkan adanya kompromi pada aplikasi web realio.fund yang menyebabkan pencurian 124,4M RIO di Ethereum, BNB Chain, Algorand, Stellar, dan jaringan nativenya, kemungkinan melalui kebocoran kunci tanda tangan alih-alih bug smart contract. Bridge masih ditutup dan akses platform dihentikan, sehingga meningkatkan kekhawatiran risiko operasional dan risiko kustodian. Likuiditas on-chain yang tipis membatasi hasil yang terealisasi, tetapi penjualan paksa mengganggu pasar dan meningkatkan risiko overhang dari saldo yang dipegang penyerang.
Level dampak
● Sedang
Wawasan AIWawasan AI
▼ Bearish
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Realio mengonfirmasi adanya serangan dan menyatakan aplikasi web realio.fund telah dikompromikan. Akses ke platform kini dihentikan, sementara pergerakan dana pada dompet klien diblokir. Realio menegaskan proyek Freehold dan Districts tidak terdampak, dan jembatan Algorand serta Stellar akan tetap ditutup tanpa batas waktu. Peneliti blockchain independen melaporkan terjadinya transfer massal di jaringan Ethereum, BNB Chain, Algorand, Stellar, dan jaringan native Realio. Dana dipindahkan ke alamat yang dibuat hanya beberapa jam sebelum insiden. Indikasi awal mengarah pada kompromi kunci tanda tangan yang tersimpan di platform, bukan eksploitasi smart contract. Sebagian besar token yang dicuri bukan berasal dari dompet investor yang beredar, melainkan dari cadangan on-chain. Sebanyak 43,85 juta RIO ditarik dari vault Algorand ASA, dan 69,87 juta dari treasury Stellar. Total 113,7 juta token—setara 91,4% dari keseluruhan pencurian—disebut sebagai volume yang sebelumnya tidak tercatat dalam penawaran token. Pengguna kehilangan 10,7 juta RIO, setara 3,27% dari pasokan beredar sehari sebelum serangan. Rinciannya: 5,73 juta RIO ditarik dari akun jaringan native, 2,2 juta dari dompet BNB Chain, 2,12 juta dari dompet Algorand dan Stellar, serta 638.286 token dari akun Ethereum—jaringan dengan jumlah pengguna terdampak terbanyak. Akibat likuiditas yang rendah, hasil yang benar-benar direalisasikan peretas hanya sekitar 3,7% dari nilai nominal aset yang dicuri. Di bursa terdesentralisasi Stellar, misalnya, 2.976.145 RIO dijual melalui 533 transaksi dan hanya menghasilkan 115.296 XLM (US$21.900). Buku order yang tipis membuat penjualan beruntun menekan harga lebih cepat daripada order terserap. Perdagangan di bursa Stellar sempat dihentikan selama beberapa jam. Dari total 124,4 juta token yang dicuri, sejauh ini baru 5.732.041 RIO yang terjual di jaringan native, yang saat ini masih offline. Penyerang masih memegang 68.220.776 RIO di jaringan Stellar dan 43.409.824 RIO di Algorand. Dalam insiden terpisah, tim proyek melaporkan aktor tak dikenal baru-baru ini mencuri sekitar US$7,5 juta dari satu akun di blockchain TAC. Peretas memanfaatkan kerentanan pada komponen tertentu di basis kode, yakni lapisan precompilation pada modul Cosmos EVM.