Penambang Bitcoin Terdaftar Lepas 28.000 BTC Senilai US$1,78 Miliar Sepanjang Tahun Ini, Tekan Pasar
Ringkasan Pasar AI
Penambang Bitcoin publik telah menjual ~28.000 BTC (~$1,78 miliar) sepanjang tahun berjalan, memperkuat pasokan spot yang persisten ke dalam pasar yang sudah menghadapi permintaan yang lemah. Meski lebih kecil daripada arus keluar bersih ETF spot AS, distribusi penambang yang stabil dapat memperbesar tekanan penurunan selama kondisi risk-off. Kenaikan biaya produksi (~$74.300/BTC) mendorong sebagian penambang menuju infrastruktur AI, sementara penurunan ~18% pada tingkat kesulitan jaringan meningkatkan imbalan penambang yang tersisa dan mengubah daya saing industri.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-0.96%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Data Blockware Intelligence yang dikutip CoinDesk menunjukkan penambang Bitcoin yang tercatat di bursa menguasai total sekitar 127.000 BTC pada awal tahun. Jumlah itu kini turun menjadi 99.000 BTC, mengindikasikan penjualan sekitar 28.000 BTC sepanjang tahun berjalan (year-to-date), setara kurang lebih US$1,78 miliar pada harga saat ini.
Meski volumenya lebih kecil dibanding arus keluar bersih lebih dari US$4,4 miliar dari ETF Bitcoin spot AS, analisis menilai tekanan jual bertahap yang berlangsung terus-menerus kerap diremehkan, terutama di pasar yang sedang melemah dengan permintaan beli yang tipis. Sejak awal 2026, BTC turun 27% dan tertinggal dibanding aset utama, termasuk S&P 500.
Di sisi fundamental, margin profitabilitas penambangan menyempit. Biaya produksi rata-rata per BTC saat ini diperkirakan sekitar US$74.300, mendorong semakin banyak penambang mengalihkan fokus ke infrastruktur komputasi AI. Pada saat yang sama, tingkat kesulitan (difficulty) penambangan jaringan turun sekitar 18% dari puncaknya pada November, yang meningkatkan imbalan penambangan bagi penambang yang bertahan sekitar 18% dan mengubah peta persaingan industri.