RUU CLARITY Tak Masuk Agenda Senat, Peluang Legalisasi Turun ke 16%

Ringkasan Pasar AI
Pemimpin Mayoritas Senat AS Thune memprioritaskan rancangan undang-undang lain, sehingga RUU struktur pasar kripto CLARITY tidak dimasukkan ke dalam agenda mosi untuk memulai pembahasan, yang menandakan sengketa yang belum terselesaikan terkait kewenangan penegakan etika. Dengan reses Agustus yang semakin dekat, jendela legislatif makin menyempit dan ekspektasi untuk pemungutan suara di pleno sebelum reses memudar; peluang di pasar prediksi untuk pengesahan pada 2026 telah turun menjadi 16%. Dalam jangka dekat, hal ini meningkatkan risiko ketidakpastian regulasi AS untuk kripto.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.58%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Menurut laporan Mars Finance pada 5 Agustus, jurnalis kripto Eleanor Terrett mengungkapkan bahwa Pemimpin Mayoritas Senat AS John Thune hari ini secara resmi mengajukan mosi untuk memulai debat atas sejumlah rancangan undang-undang lain, tanpa memasukkan "Crypto Market Structure Act" atau RUU CLARITY dalam daftar tersebut. Mosi pembukaan debat merupakan langkah prosedural kunci untuk mendorong proses legislasi di Senat. Keputusan Thune memprioritaskan agenda lain mengindikasikan perbedaan utama dalam RUU CLARITY—terutama soal kewenangan penegakan ketentuan etika—masih belum terselesaikan. Dengan Senat AS segera memasuki masa reses Agustus, ruang waktu pembahasan RUU CLARITY kian menyempit. Sebelumnya, rancangan ini telah lolos dari Senate Banking Committee, tetapi kedua partai masih buntu terkait klausul etika yang melarang pejabat federal menerbitkan aset digital. Titik sengketa berada pada siapa yang menjadi lembaga penegak utama: Departemen Kehakiman AS (Department of Justice) atau jaksa agung negara bagian (state attorneys general). Senator Maryland Alsobrooks menyatakan tidak akan mendukung rancangan tersebut bila kewenangan penegakan hanya dibatasi pada Departemen Kehakiman tanpa tetap memberikan peran kepada negara bagian. Langkah Thune yang mengalihkan prioritas agenda ke RUU lain memperkuat ekspektasi pasar bahwa RUU CLARITY sulit mencapai pemungutan suara pleno sebelum reses. Di pasar prediksi Predict.fun, peluang RUU CLARITY menjadi undang-undang pada 2026 turun ke 16%.