Ostium Kena Serangan Oracle, Likuiditas Berkurang 18 Juta USDC

Ringkasan Pasar AI
Ostium, sebuah venue perpetuals DeFi di Arbitrum, mengalami kompromi oracle-key yang memungkinkan laporan harga yang dipalsukan dan menguras sekitar 18M USDC dari liquidity vault-nya, sehingga memicu penghentian perdagangan. Insiden ini menyoroti risiko oracle dan manajemen kunci yang terus berlanjut dan menambah kerugian DeFi 2026 yang sudah meningkat, yang kemungkinan membebani selera risiko untuk DeFi berbasis Arbitrum dan venue perpetuals dalam waktu dekat.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
AR/USDT-0.15%
Wawasan AI · AR/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Odaily Planet Daily melaporkan, pada Rabu bursa perpetual terdesentralisasi Ostium mengalami serangan oracle yang memicu kerugian sekitar 18 juta USDC. Pelaku memasukkan laporan harga palsu dengan cap waktu masa depan menggunakan kunci penandatangan oracle yang telah dikompromikan. Data harga fiktif itu digunakan untuk menciptakan keuntungan perdagangan semu dan menarik pembayaran dari brankas likuiditas Ostium. Ostium menyatakan ada masalah pada vault OLP, menghentikan seluruh aktivitas perdagangan, dan tengah melakukan investigasi. Ostium yang berjalan di Arbitrum menawarkan kontrak perpetual yang terikat pada aset dunia nyata seperti saham, komoditas, pasar valas, dan indeks. Saat insiden terjadi, total value locked (TVL) Ostium tercatat sekitar US$630 juta. Serangan tersebut menguras hampir sepertiga likuiditas platform. Dalam lima bulan pertama 2026, protokol DeFi mencatat pencurian lebih dari US$840 juta, termasuk US$292 juta dari KelpDAO dan US$285 juta dari Drift Protocol.