Nasdaq Cetak Rekor Saat Imbal Hasil Treasury 10 Tahun Tembus 5,31%; Reli Dipacu Saham AI
Ringkasan Pasar AI
Nasdaq mencetak rekor meski imbal hasil Treasury 10Y berada di sekitar 5,31%, karena momentum laba yang terkait AI (misalnya Nvidia, Broadcom, platform cloud utama) mengimbangi hambatan valuasi dari tingkat diskonto yang lebih tinggi. Rilis data pekerjaan AS yang lebih lemah juga menurunkan peluang kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat, sehingga meredakan tekanan pada saham-saham pertumbuhan. Breadth tetap lemah, menandakan reli yang terkonsentrasi yang dipimpin oleh teknologi mega-cap.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCSINASDAQ1002USD/USDT+0.50%
Wawasan AI · NCSINASDAQ1002USD/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Nasdaq menguat 1,06% ke 27.477,31, sementara S&P 500 naik 0,67%. Nvidia dan Broadcom masing-masing bertambah sekitar 2,1%, disusul Microsoft, Meta, dan sejumlah saham teknologi berkapitalisasi besar lain yang ikut mendorong reli.
Kenaikan itu terjadi saat imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun berada di sekitar 5,31%, level tertinggi sejak 2002. Secara teori, kombinasi tersebut biasanya menjadi beban bagi saham teknologi karena imbal hasil yang lebih tinggi menekan nilai kini laba masa depan dan memberi alternatif bebas risiko yang lebih menarik. Dampaknya cenderung lebih terasa pada saham teknologi, mengingat valuasi sektor ini kerap bertumpu pada proyeksi laba beberapa tahun ke depan. Meski begitu, pertumbuhan laba yang ditopang AI dinilai cukup kuat untuk menahan sebagian besar tekanan valuasi.
Memasuki musim laporan laba kuartal III, investor memperkirakan laba S&P 500 naik lebih dari 30% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan perusahaan yang terkait AI menyumbang porsi kenaikan yang tidak proporsional besar. Ekspektasi itu menyusul lonjakan laba sebelumnya, ketika keuntungan sektor teknologi dan belanja AI berkali-kali melampaui perkiraan analis. Bagi investor, hitung-hitungan suku bunga menjadi berbeda: tingkat diskonto yang lebih tinggi memang mengurangi nilai laba di masa depan, tetapi kenaikan laba aktual yang cepat dapat menutup sebagian dampaknya. Micron, Nvidia, serta perusahaan cloud terbesar ikut memperkuat pandangan bahwa permintaan infrastruktur AI sudah diterjemahkan menjadi pendapatan, bukan sekadar cerita spekulatif.
Di sisi kebijakan, fokus pasar tidak hanya pada obligasi. Laporan ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan memangkas tajam ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Oktober. Menurut Reuters, probabilitas implisit kenaikan turun dari sekitar 70% menjadi 24%. Faktor ini memberi ruang napas bagi saham pertumbuhan meski imbal hasil Treasury jangka panjang tetap tinggi.
Harga minyak yang melemah juga membantu pada Senin. Brent bergerak kembali mendekati US$100 seiring meningkatnya ekspor dari Timur Tengah, meredakan kekhawatiran bahwa guncangan energi baru akan memaksa The Fed merespons inflasi secara lebih agresif. Hasilnya, kombinasi laba AI yang kuat dan risiko kebijakan The Fed dalam waktu dekat yang menurun mampu mengimbangi dampak imbal hasil jangka panjang yang lebih tinggi.
Meski Nasdaq mencetak rekor, reli dinilai masih sempit. Pada Senin, hanya sekitar 31,5% saham Nasdaq diperdagangkan di atas rata-rata pergerakan 50 hari, sementara hanya sekitar 27% konstituen S&P 500 berada di atas level yang sama. Kondisi ini mencerminkan perpecahan pasar yang terlihat sepanjang September, ketika teknologi berkapitalisasi besar menguat sementara mayoritas saham justru melemah.