Morgan Stanley Pangkas Target Harga Saham Circle ke US$38 di Tengah Perlambatan Pertumbuhan USDC

Ringkasan Pasar AI
Morgan Stanley menurunkan peringkat Circle menjadi Underweight dan memangkas targetnya menjadi 38 dari 106, dengan alasan pertumbuhan sirkulasi USDC yang lebih lambat, meningkatnya persaingan dari produk kas yang ditokenisasi, dan sensitivitas pendapatan cadangan. Catatan tersebut mendorong pelemahan prapembukaan pada saham Circle, meskipun TD Cowen memulai cakupan dengan peringkat Buy dengan target 82 dan menekankan strategi pembayaran dan infrastruktur Circle yang lebih luas serta perbaikan posisi regulasi. Fokus jangka pendek tetap pada adopsi USDC dan ketahanan monetisasi.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCSKCRCL2USD/USDT-2.52%
Wawasan AI · NCSKCRCL2USD/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Morgan Stanley menurunkan rekomendasi untuk Circle menjadi "Underweight" dari "Equalweight" sekaligus memangkas target harga sahamnya menjadi US$38 dari sebelumnya US$106. Penurunan target tersebut dikaitkan dengan prospek laba jangka panjang yang dinilai melemah, seiring laju pertumbuhan peredaran USDC yang lebih lambat, meningkatnya persaingan dari produk keuangan bertokenisasi, serta tekanan pada model pendapatan cadangan (reserve income) Circle. Setelah laporan itu terbit, saham Circle turun sekitar 6% pada perdagangan pra-pasar. Dalam risetnya, Morgan Stanley memangkas proyeksi ekspansi USDC, dengan menurunkan perkiraan sirkulasi sekitar 33% untuk 2027 dan 44% untuk 2028. Perusahaan sekuritas tersebut juga menurunkan estimasi kinerja, dengan proyeksi yang berada di bawah ekspektasi pasar untuk beberapa periode mendatang. Analis James Faucette menilai model pendapatan Circle saat ini masih sangat bergantung pada reserve income yang dihasilkan dari aset yang menjadi penopang USDC. Laporan tersebut turut menyoroti kompetisi yang kian ketat dari money market fund bertokenisasi, deposito bertokenisasi, serta inisiatif OpenUSD. Morgan Stanley juga menyebut aktivitas pembayaran stablecoin masih relatif terbatas dibanding volume transaksi secara keseluruhan; sebagian besar penggunaan stablecoin dinilai masih didorong oleh perdagangan kripto dan transfer, bukan aktivitas komersial tradisional. Pandangan Wall Street terhadap prospek Circle terbelah. Di hari yang sama, TD Cowen justru memulai peliputan dengan rekomendasi "Buy" dan target harga US$82. TD Cowen berargumen investor berpotensi mengabaikan strategi Circle yang lebih luas sebagai infrastruktur keuangan, bukan semata penerbit stablecoin. TD Cowen menyoroti ekspansi Circle ke layanan pembayaran, treasury, aset bertokenisasi, solusi interoperabilitas, serta infrastruktur untuk pengembang. Perusahaan tersebut memperkirakan sumber pendapatan berbasis biaya (fee-based) akan semakin penting seiring pengembangan produk baru. Dari sisi regulasi, Circle juga disebut memperkuat posisinya setelah memperoleh limited-purpose trust charter dari New York Department of Financial Services untuk Circle Internet Trust Company. Perkembangan ini menyusul otorisasi federal trust bank dari Office of the Comptroller of the Currency. Meski demikian, Morgan Stanley menekankan sensitivitas laba ke depan yang tetap bergantung pada adopsi USDC, tingkat persaingan, dan perubahan dinamika pasar stablecoin. Catatan: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat keuangan. CoinCryptoNewz tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Pembaca disarankan melakukan riset sendiri sebelum mengambil keputusan finansial.