Trader Kalshi Ragukan RUU Kripto AS Lolos Sebelum Akhir Tahun
Ringkasan Pasar AI
Harga Kalshi menyiratkan peluang rendah (<25%) bahwa Digital Asset Market Clarity Act menjadi undang-undang pada akhir tahun meski telah lolos DPR dan ada pemungutan suara prosedural Senat pada 15 Sept. Hal ini meredam ekspektasi yang belakangan mendukung selera risiko kripto, bahkan ketika Gedung Putih mendorong aksi. Namun, pimpinan CFTC mengisyaratkan bahwa mereka dapat menggunakan kewenangan yang ada untuk memajukan sebuah kerangka kerja jika legislasi terhenti, sehingga sebagian meredam ketidakpastian regulasi dalam waktu dekat.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-2.34%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Menurut laporan CoinDesk, salah satu rancangan undang-undang (RUU) kunci untuk pasar kripto AS kini memasuki proses di Senat, tetapi pelaku pasar prediksi masih menilai peluangnya tipis untuk disahkan tahun ini.
Data perdagangan Kalshi menunjukkan probabilitas Digital Asset Market Clarity Act (Clear Act) menjadi undang-undang sebelum akhir tahun berada di bawah 25%. Peluang RUU itu dapat diterapkan sepenuhnya pada April 2027 juga masih di bawah 50%. Senat dijadwalkan menggelar pemungutan suara prosedural pada 15 September.
RUU tersebut memperoleh dukungan bipartisan di DPR pada Juli 2025. Substansinya adalah membangun kerangka regulasi yang lebih jelas bagi komoditas digital serta menegaskan pembagian kewenangan antara U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dalam pengawasan aset kripto. Selama ini kedua lembaga telah menerbitkan panduan terkait aset kripto, tetapi batas yurisdiksinya belum pernah ditegaskan secara jelas dalam undang-undang. SEC mengawasi regulasi sekuritas, sedangkan CFTC terutama mengatur pasar derivatif, termasuk kontrak berjangka dan pasar prediksi. Jika disahkan, Clear Act akan memperjelas lembaga mana yang memimpin regulasi aset digital.
Gedung Putih meningkatkan tekanan ke Kongres. Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump secara terbuka meminta Kongres meloloskan versi "yang adil" dari Clear Act untuk memperluas dukungan politik. Perkembangan ini sebelumnya dipandang pasar sebagai sinyal positif. CNBC melaporkan Bitcoin naik lebih dari 20% dalam sepekan terakhir, sebagian didorong ekspektasi kemajuan RUU tersebut. Meski begitu, harga di Kalshi tetap mencerminkan keyakinan trader bahwa pengesahan tahun ini kecil kemungkinannya.
CFTC menyatakan bisa memanfaatkan kewenangan yang sudah ada. Pekan lalu, Ketua SEC Paul Atkins dan Ketua CFTC Michael Selig menghadiri pertemuan antara Trump dan para eksekutif industri kripto. Selig kemudian mengatakan dalam pertemuan perdana Innovation Advisory Committee CFTC bahwa bila Clear Act terus tersendat di Senat, CFTC akan mempertimbangkan penggunaan kewenangan statuter yang ada untuk mulai membangun kerangka regulasi pasar aset kripto. Menurutnya, apabila RUU tertahan karena hambatan dari Partai Demokrat, CFTC tidak akan sepenuhnya menunggu legislasi Kongres dan dapat mengambil langkah regulasi lebih dulu.
Dengan demikian, meski RUU belum tentu segera menjadi undang-undang, kerangka regulasi kripto di AS berpotensi tetap bergerak melalui langkah administratif dan kelembagaan.
Ringkasan angka kunci:
- Probabilitas menjadi undang-undang sebelum akhir tahun: di bawah 25%
- Probabilitas implementasi pada April 2027: di bawah 50%
- Jadwal pemungutan suara prosedural Senat: 15 September