Jepang gelontorkan US$96,4 miliar untuk menopang yen, catat rekor intervensi bulanan
Ringkasan Pasar AI
Kementerian Keuangan Jepang mengungkapkan rekor 15,4T yen ($96,4B) yang dihabiskan selama sebulan untuk mendukung JPY setelah mata uang itu jatuh ke level terendah dalam 40 tahun, dengan intervensi terkoordinasi yang didukung AS yang telah dikonfirmasi. Skala serta kesediaan untuk kembali masuk ke pasar meningkatkan risiko peristiwa bagi USDJPY dan volatilitas FX yang lebih luas dengan memperketat batas yang dipersepsikan atas pelemahan JPY yang bersifat spekulatif, yang berpotensi berdampak pada posisi global yang sensitif terhadap suku bunga dan lindung nilai risiko.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCFXUSD2JPY/USDT+0.12%
Wawasan AI · NCFXUSD2JPY/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
ME News melaporkan, pada 28 Agustus (UTC+8) Jepang mengucurkan dana rekor US$96,4 miliar ke pasar valuta asing sepanjang satu bulan terakhir untuk menahan pelemahan yen setelah mata uang itu merosot ke level terendah dalam 40 tahun. Langkah ini menegaskan kesiapan otoritas Jepang menggunakan instrumen yang makin agresif demi menstabilkan yen.
Data Kementerian Keuangan Jepang yang dirilis Jumat menunjukkan, pada periode 30 Juli hingga 26 Agustus pemerintah membelanjakan 15,4 triliun yen untuk intervensi valas—tertinggi dalam catatan untuk satu bulan. Intervensi tersebut didukung Amerika Serikat, sekaligus menjadi peringatan bagi spekulan agar tidak bertaruh pada pelemahan yen lebih lanjut.
Pada awal Agustus, Menteri Keuangan Jepang Kako Kato dan Menteri Keuangan AS Bessent menyatakan intervensi terkoordinasi telah dilakukan pada 31 Juli. Keduanya menegaskan siap kembali masuk pasar tanpa ragu bila diperlukan. Kontribusi AS tidak tercantum dalam angka yang dipublikasikan Jepang dan diperkirakan lebih kecil, meski bobot simboliknya dinilai lebih besar. (Finanshijie) (Sumber: ODAILY)