Perdagangan RWA di Hyperliquid Tembus Open Interest US$4,13 Miliar, Saham Bertokenisasi Jadi Penggerak
Ringkasan Pasar AI
Pasar RWA yang ditokenisasi di Hyperliquid mencapai rekor sekitar ~$4.13B dalam open interest HIP3 dan sekitar ~$4.87B volume harian (+229%), menandakan meningkatnya permintaan untuk akses on-chain ke saham, komoditas, dan indeks di luar jam tradisional. Pergerakan tajam pada Palantir yang ditokenisasi mendorong likuidasi yang tinggi (> $19.25M), menegaskan sensitivitas terhadap leverage. Likuiditas sangat terkonsentrasi pada satu deployer, sementara 500M kolateral HYPE dan buyback HYPE yang didanai biaya meningkatkan hambatan bagi pendatang baru.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
HYPE/USDT+2.07%
Wawasan AI · HYPE/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Hyperliquid mencetak rekor baru dalam perdagangan real-world asset (RWA) bertokenisasi. Open interest HIP3 untuk pertama kalinya menembus US$4,13 miliar, sementara volume transaksi harian naik 229% menjadi US$4,87 miliar, menurut Hyperscreener ASXN. Lonjakan ini menunjukkan minat trader kian besar terhadap akses aset keuangan tradisional berbasis blockchain.
Aktivitas juga ramai pada saham, komoditas, dan indeks bertokenisasi saat bursa saham konvensional tutup, sehingga pelaku pasar tetap bisa bertransaksi tanpa jeda. Kontrak yang terkait produsen chip memori SK Hynix dan Micron Technology termasuk yang paling aktif pada periode tersebut. Arus dana pun disebut bergeser dari spekulasi memecoin ke ekuitas bertokenisasi.
Kenaikan Palantir memicu volatilitas
Palantir menjadi saham bertokenisasi dengan kinerja terbaik setelah naik 25,86%, memicu volatilitas pada posisi leverage dan mendorong peningkatan likuidasi. Data Hyperscreener ASXN menunjukkan likuidasi harian di pasar yang dideploy oleh xyz melonjak 544% dan melampaui US$19,25 juta, menggambarkan cepatnya posisi leverage terurai saat harga ekuitas bertokenisasi berfluktuasi tajam.
Di balik rekor aktivitas, likuiditas masih sangat terkonsentrasi. Data platform menunjukkan xyz menguasai sekitar US$4,12 miliar dari total US$4,13 miliar open interest HIP3, menyisakan porsi kecil bagi deployer lain. Deployer lainnya secara kolektif hanya mengelola sekitar US$15 juta hingga US$20 juta open interest. Felix Protocol, salah satu partisipan awal ekosistem Hyperliquid, bahkan telah mengumumkan penutupan pasarnya, menegaskan tekanan yang dihadapi penyedia yang lebih kecil.
Model ekonomi Hyperliquid turut memperlebar kesenjangan tersebut. Deployer diwajibkan mengunci 500 juta token HYPE sebagai kolateral sebelum meluncurkan antarmuka perdagangan. Selain itu, 50% dari seluruh biaya yang dihasilkan dialokasikan untuk buyback token HYPE, sehingga kebutuhan modal bagi pendatang baru makin tinggi.
Permintaan aset bertokenisasi kian menguat
Peningkatan aktivitas RWA bertokenisasi mengindikasikan pasar blockchain menarik trader yang menginginkan eksposur tanpa putus ke instrumen tradisional, termasuk di luar jam bursa. Rekor open interest dan volume Hyperliquid menegaskan peran RWA bertokenisasi yang kian besar di pasar kripto, sekaligus menyoroti pentingnya distribusi likuiditas yang lebih merata seiring berkembangnya ekosistem dan bertambahnya partisipan.
Artikel ini sebelumnya diterbitkan oleh 36Crypto.