CLARITY Act Diperkirakan Sulit Lolos Sebelum Pemilu Paruh Waktu Usai DPR Batalkan 8 Hari Pemungutan Suara
Ringkasan Pasar AI
Pembatalan delapan hari pemungutan suara pada September oleh Partai Republik di DPR membuat pengesahan CLARITY Act sebelum pemilu paruh waktu sangat tidak mungkin, sehingga memperpanjang ketidakpastian regulasi aset digital AS. Bahkan jika Senat memajukan versinya, persetujuan DPR dan rekonsiliasi kemungkinan akan bergeser ke sesi pascapemilu, ketika prioritas dapat berubah. Penundaan tersebut mengurangi prospek jangka pendek untuk aturan yurisdiksi SEC/CFTC yang lebih jelas, sehingga membebani selera risiko di seluruh aset kripto utama.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+1.61%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Pimpinan Partai Republik di DPR AS membatalkan delapan hari pemungutan suara pada September, sehingga peluang pengesahan CLARITY Act sebelum pemilu paruh waktu dinilai sangat kecil.
Dengan kalender yang dipangkas, DPR dijadwalkan kembali bersidang pada 14 September untuk empat hari pemungutan suara, lalu meninggalkan Washington hingga masa sidang pascapemilu pada November. Situasi ini menjadi hambatan utama karena rancangan undang-undang tidak bisa dikirim ke Presiden Donald Trump tanpa persetujuan DPR atas versi final dari Senat.
Di Senat, hanya tersedia tiga pekan masa sidang untuk mendorong versi mereka. Para senator diperkirakan membahas mosi cloture pada 15 September yang membutuhkan 60 suara untuk membuka debat, tetapi langkah ini tidak otomatis berarti pengesahan final maupun pengiriman langsung ke Trump.
CLARITY Act dirancang untuk membagi pengawasan aset digital antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC). RUU ini juga melarang pejabat pemerintah dan pasangan mereka memegang atau mempromosikan mata uang kripto selama menjabat.
DPR telah meloloskan versinya pada Juli 2025 melalui pemungutan suara bipartisan 294 berbanding 134. Di sisi lain, komite-komite Senat menyusun bahasa yang berbeda sehingga memerlukan proses rekonsiliasi sebelum persetujuan final. Perbedaan politik juga terlihat saat Senate Agriculture Committee meloloskan proposalnya lewat voting tipis 12 berbanding 11 mengikuti garis partai.
Ketua SEC Paul Atkins, dalam wawancara dengan Fox News, menyebut proposal ini sebagai langkah paling signifikan untuk memantapkan Amerika sebagai pusat kripto dunia dan mendorong Kongres segera mengesahkannya. Meski begitu, setiap amandemen yang diadopsi di Senat akan memaksa DPR melakukan pemungutan suara ulang sebelum RUU dapat sampai ke meja Presiden.
Dengan pembatalan sesi di DPR, jendela persetujuan kini bergeser ke November, periode ketika agenda prioritas Kongres berpotensi berubah.