Korelasi Bitcoin dengan Saham AS Melemah saat Harga Bereaksi pada Data Inflasi
Ringkasan Pasar AI
Glassnode berpendapat proses pembentukan dasar Bitcoin membaik, dengan kapitulasi jangka panjang dan aksi ambil untung yang mereda serta pasokan "siap dijual" yang menipis, namun mengatakan pemulihan yang tahan lama masih bergantung pada permintaan spot yang berkelanjutan. BTC bereaksi lebih kuat dibandingkan saham AS terhadap inflasi yang lebih lunak, sementara korelasi dengan saham melemah dan korelasi terbalik dengan USD menguat, mengindikasikan likuiditas mendorong harga. Risiko mencakup arus keluar ETF spot yang berlanjut dan penutupan posisi short derivatif yang tidak berujung pada pembelian spot.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-0.37%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Perusahaan analitik kripto Glassnode menilai proses pembentukan dasar (bottoming) Bitcoin yang telah berlangsung lama mulai menguat, meski pemulihan yang berkelanjutan masih membutuhkan aktifnya permintaan di pasar spot.
Dalam laporannya, Glassnode mencatat Bitcoin bereaksi lebih kuat dibanding indeks saham utama setelah rilis data inflasi AS pekan lalu yang lebih baik dari perkiraan. Menurut Glassnode, ini menjadi salah satu respons harga paling kuat yang ditunjukkan Bitcoin terhadap perkembangan makro positif dalam beberapa pekan terakhir.
Glassnode juga menyoroti melemahnya hubungan Bitcoin dengan pasar saham, sementara korelasi terbalik dengan dolar AS justru menguat. Kondisi tersebut dinilai mengindikasikan bahwa faktor penentu pergerakan Bitcoin bergeser ke kondisi likuiditas global, bukan semata selera risiko.
Di sisi pasokan, Glassnode menyebut kapitulasi investor jangka panjang—yang selama setahun menjadi sumber utama tekanan jual—mulai menurun dari puncaknya. Aktivitas ambil untung juga disebut sebagian besar mengering, sementara pasokan dari level terendah Juni sudah diserap oleh pembelian yang lebih luas. Persediaan yang siap dijual (readiness-to-sell supply) yang sebelumnya menahan setiap reli juga mulai menipis, membuka ruang bagi harga untuk menguji kembali zona resistensi di depan.
Resistensi terbesar berikutnya, menurut Glassnode, berada pada Short-Term Investor Cost Base di sekitar US$69.000. Level ini merepresentasikan harga impas rata-rata bagi investor yang baru masuk. Glassnode memperkirakan reaksi pasar bisa kuat jika Bitcoin menyentuh area US$69.000. Agar reli terkonfirmasi, harga perlu menembus level tersebut dengan dukungan pembelian spot dan mampu bertahan di atasnya.
Berita terkait: Sebuah platform kripto diretas: kerugian besar dilaporkan, transaksi ditangguhkan.
Glassnode menambahkan bahwa investor di pasar derivatif mulai mengurangi posisi short, tetapi pergerakan ini belum diikuti oleh pembelian di pasar spot. Elemen yang masih hilang dalam prospek pemulihan saat ini, menurut Glassnode, adalah permintaan spot yang kuat dan berkelanjutan.
Meski sinyal membaik, Glassnode mengingatkan pergerakan bullish Bitcoin belum dapat dipastikan. Risiko utama mencakup arus keluar yang berlanjut dari ETF Bitcoin spot, pelepasan posisi di derivatif yang tidak berujung pada pembelian spot, serta volatilitas yang tetap rendah.
Menurut Glassnode, perubahan pandangan pasar yang paling konstruktif akan terjadi ketika pembelian spot mendorong Bitcoin menembus short-term investor cost basis dan harga mampu bertahan di atasnya. Sebaliknya, jika penjualan rugi oleh investor jangka panjang kembali meningkat, atau Bitcoin ditolak dari resistensi sekitar US$69.000 lalu terkoreksi menuju level harga saat ini, pasar berpotensi terseret kembali ke fase pergerakan mendatar.
Glassnode menyimpulkan bahwa fondasi harga Bitcoin pada dasarnya sudah terbentuk, tetapi momentum beli yang dibutuhkan untuk menjaga kelanjutan tren naik belum muncul. Glassnode menyatakan, "Fondasinya sudah terbentuk, tetapi kelanjutan pergerakannya belum datang."
*Ini bukan nasihat investasi. Lanjut membaca: Korelasi Bitcoin dengan saham AS menurun: apakah hasil yang diharapkan segera terlihat?