Bitcoin Gagal Bertahan di Atas US$66.000, Tertekan Permintaan Spot yang Lemah dan Pasar Derivatif
Ringkasan Pasar AI
Glassnode mencatat BTC gagal bertahan di atas 66.000 dan turun menuju 62.600 karena lemahnya permintaan spot, tekanan jual bersih, dan penempatan posisi derivatif yang defensif (funding yang meningkat, skew opsi protektif) membatasi selera risiko. Dukungan penyeimbang mencakup arus masuk/volume ETF spot yang kembali meningkat, meningkatnya aktivitas on-chain (alamat aktif dan volume transaksi), serta pemegang jangka panjang yang tangguh. Kondisi ini mengindikasikan dinamika konsolidasi dengan sinyal penempatan posisi yang beragam di pasar spot, derivatif, dan arus dana.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.41%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Perusahaan analitik blockchain Glassnode melaporkan harga Bitcoin kembali melemah ke kisaran US$62.600 setelah tidak mampu mempertahankan posisi di atas US$66.000. Glassnode menilai tekanan harga datang dari permintaan pasar spot yang melemah serta sikap defensif pelaku di pasar derivatif. Di sisi lain, ketahanan investor jangka panjang, meningkatnya aktivitas jaringan, dan kembalinya arus masuk ETF masih menjadi penopang.
Dalam laporannya, Glassnode menyebut pemulihan yang dimulai setelah menembus US$66.000 tidak berlanjut. Bitcoin kembali turun dari area US$65.000. Pergerakan ini mencerminkan momentum pasar spot yang memudar, sementara tekanan jual bersih yang berkelanjutan dan volume perdagangan yang rendah membuat Bitcoin bertahan dalam fase konsolidasi tanpa peluang penembusan (breakout) yang kuat.
Di pasar derivatif, total open interest tercatat menurun, tetapi funding rate pada kontrak perpetual futures kembali naik. Meski volume penjualan aktif sedikit mereda, investor di pasar opsi tetap berhati-hati.
Menurut Glassnode, pelebaran indikator 25-degree delta skew menunjukkan meningkatnya permintaan investor atas proteksi dari penurunan harga. Berlanjutnya penurunan posisi short spekulatif juga mengindikasikan selera risiko pasar masih terbatas.
Sinyal yang lebih positif terlihat pada pasar spot Bitcoin ETF. Pemulihan arus masuk dana bersih dan volume perdagangan selama sepekan terakhir menunjukkan investor institusional mulai kembali membangun eksposur Bitcoin melalui instrumen investasi yang teregulasi.
Dari data on-chain, terjadi kebangkitan aktivitas yang menonjol. Jumlah alamat aktif harian serta transaction volume yang telah disesuaikan dengan aset (asset-adjusted) melampaui batas atas rentang statistik Glassnode, menandakan lonjakan penggunaan dan aktivitas ekonomi di jaringan Bitcoin. Glassnode juga mencatat kenaikan modal baru yang masih terbatas setidaknya membantu meredakan tekanan yang sebelumnya dipicu arus keluar modal dari pasar.
Analisis demografi investor menunjukkan rasio investor jangka pendek terhadap jangka panjang tetap berada dekat level rendah historis. Glassnode menilai hal ini mencerminkan keyakinan holder jangka panjang yang tetap kuat meski harga melemah.
Meski begitu, tingkat profitabilitas pasar secara keseluruhan terus menurun. Saat proporsi pasokan Bitcoin yang masih berada dalam kondisi untung mendekati level terendah siklus, kecenderungan cut loss dan pengurangan risiko dalam perilaku belanja investor makin terlihat.
Glassnode menyimpulkan pasar Bitcoin kini berada pada fase transisi. Sikap stabil investor jangka panjang, meningkatnya aktivitas on-chain, dan pemulihan permintaan ETF memberi dukungan struktural. Tekanan valuasi, lemahnya permintaan spot, serta posisi defensif di derivatif masih menahan selera risiko.
*Ini bukan nasihat investasi.