Direktur FBI Klaim Operasi Blackout Sita Kripto Lebih dari US$15 Miliar

Ringkasan Pasar AI
Direktur FBI Kash Patel menyatakan Operasi Blackout telah menyita lebih dari $15B dalam aset kripto, menutup 500+ situs investasi penipuan, dan menghasilkan ratusan penangkapan. Skala tersebut menegaskan intensitas penegakan terhadap penipuan yang dimungkinkan oleh kripto, yang dapat mendukung kepercayaan pada platform yang sah tetapi juga meningkatkan persepsi risiko regulasi dan pengawasan. Pengungkapan terbatas mengenai metode valuasi dan waktu menimbulkan ketidakpastian mengenai seberapa besar pasokan yang disita pada akhirnya dapat memasuki pasar.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.91%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Direktur FBI Kash Patel menyatakan Operasi Blackout yang menarget jaringan penipuan investasi global masih berlangsung. Dalam unggahannya, Patel mengatakan penegak hukum telah menyita lebih dari US$15 miliar aset kripto, menutup lebih dari 500 situs investasi palsu, serta menangkap ratusan tersangka. Patel menyebut operasi ini diluncurkan di bawah kepemimpinan Presiden AS Donald Trump. Ia merinci hasil yang diklaim dicapai dalam kampanye tersebut: penyitaan kripto lebih dari US$15 miliar, pembongkaran puluhan "compound" penipuan, penangkapan ratusan orang, pembebasan ribuan korban perdagangan manusia, penutupan 500+ situs investasi fraud, penonaktifan jutaan akun yang terkait penipuan, serta peringatan kepada lebih dari 10.000 warga Amerika sebelum kehilangan dana. FBI memperkirakan langkah peringatan itu membantu mencegah kerugian lebih dari US$500 juta. "Kami tidak lagi sekadar mengejar pelaku penipuan. Kami membongkar jaringan yang mengambil keuntungan dari mereka," kata Patel. Meski begitu, Patel tidak memaparkan metode penilaian yang digunakan untuk menghitung nilai aset kripto yang disita, maupun periode waktu pencapaian angka-angka tersebut. Pernyataan Patel memicu perdebatan di media sosial. Sejumlah pengguna memuji penindakan terhadap penipuan, termasuk akun RRzec17 yang menekankan bahwa di balik statistik ada keluarga yang terdampak. Ada pula komentar yang meminta FBI mengalihkan fokus, seperti pengguna dems_arepedos yang menilai biro seharusnya memprioritaskan ancaman domestik. Kritik juga mengarah ke pemerintahan AS. Pengguna HulloXworld menuduh pemerintah bersikap munafik, sementara johanna_ju8572 mengaku ayah tirinya menjadi korban penipuan investasi dan kehilangan dana dalam jumlah besar. Sebagai catatan, pada Mei 2026 FBI melaporkan penyitaan aset kripto terbesar dalam sejarah senilai US$8 miliar dalam Operasi Blackout. Saat itu, sosok utama dalam penyelidikan disebut Chen Zhi, CEO Prince Holding Group yang berbasis di Kamboja.