Staking Ethereum Tembus 41,4 Juta ETH, 1,4 Juta ETH Masuk dalam Sepekan

Ringkasan Pasar AI
Staking Ethereum mencapai rekor 41,4 juta ETH (~34% dari pasokan) setelah 1,4 juta ETH dikunci dalam sepekan terakhir, mengurangi pasokan yang likuid dan berpotensi menipiskan buku pesanan spot. Secara bersamaan, likuiditas kripto terlihat lebih lemah seiring kapitalisasi pasar stablecoin menurun dan volume spot bursa turun ke level terendah tahunan, memperkuat kondisi perdagangan yang lebih ketat. Staking yang terkonsentrasi oleh pemegang besar dapat meningkatkan sensitivitas ETH terhadap arus marjinal dan menjadikannya barometer likuiditas utama.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
ETH/USDT+0.11%
Wawasan AI · ETH/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Pasokan Ethereum (ETH) yang "terkunci" lewat staking terus bertambah, memunculkan kekhawatiran soal makin ketatnya likuiditas di pasar. Secara teori, ketika lebih banyak ETH dipindahkan ke staking, jumlah ETH yang tetap likuid dan siap diperdagangkan menyusut. Akibatnya, kedalaman pasar menipis dan tekanan beli/jual yang relatif kecil bisa lebih mudah menggerakkan harga. Data on-chain menunjukkan tren ini makin jelas. Total ETH yang di-stake naik ke rekor tertinggi sepanjang masa 41,4 juta ETH, setara sekitar 34% dari total suplai ETH. Yang paling menonjol, lebih dari 1,4 juta ETH masuk ke staking hanya dalam tujuh hari terakhir, sehingga mengurangi ETH yang tersedia di pasar terbuka. Sumber: ValidatorQueue Data terbaru dari Lookonchain juga mengindikasikan aksi ini bukan kasus terpisah. BitMine milik Tom Lee, misalnya, kembali melakukan staking 150.120 ETH (sekitar US$278 juta). Dengan tambahan tersebut, total ETH yang di-stake oleh BitMine mencapai 5,07 juta ETH senilai sekitar US$9,38 miliar, atau sekitar 87,4% dari total kepemilikan ETH mereka. Investor besar (whales) terlihat menjalankan strategi serupa. Sebuah dompet menarik 19.000 ETH lalu langsung melakukan staking. Dalam tiga pekan terakhir, dompet yang sama tercatat telah menarik dan men-stake total 112.000 ETH dengan nilai lebih dari US$208 juta. Secara keseluruhan, sinyalnya searah: semakin banyak investor mengunci ETH lewat staking sehingga pasokan yang bisa diperdagangkan berkurang. Kondisi ini kemungkinan turut menopang reli ETH lebih dari 18% sepanjang kuartal III (Q3) sejauh ini. Pertanyaan lanjutannya: jika laju staking Ethereum bertahan, apakah menyusutnya suplai likuid bisa memperketat likuiditas di pasar kripto yang lebih luas? Kenaikan staking ETH menyorot isu likuiditas kripto Pasar stablecoin disebut memasuki fase terlemahnya. Dari sisi teknikal, STABLE.C (kapitalisasi pasar stablecoin total) turun 1,6% pada kuartal ini, menjadi kinerja kuartalan terburuk dalam catatan. Penurunan ini beriringan dengan keluarnya lebih dari US$6 miliar likuiditas dari pasar kripto. Di tengah kondisi tersebut, Morgan Stanley menurunkan rekomendasi Circle menjadi Underweight dan memangkas target harga dari US$106 menjadi US$38, dengan alasan pertumbuhan USDC yang melambat serta meningkatnya tekanan pada pendapatan cadangan. Pelemahan juga mulai tampak pada data on-chain. Aktivitas perdagangan kripto terus melambat. Volume spot harian di 44 bursa turun menjadi sekitar US$15 miliar pekan lalu, level terendah tahun ini dan hampir 70% di bawah puncak Januari. Rata-rata volume perdagangan harian juga turun sekitar 50% sejak Desember 2025 menjadi sekitar US$20 miliar. Kesimpulannya, likuiditas pasar kripto makin mengering. Sumber: Kobeissi Letter Dalam konteks ini, lonjakan staking Ethereum menambah tekanan pada sisi pasokan likuid. Ketika lebih banyak ETH dipindahkan ke staking, ETH yang tersedia untuk diperdagangkan berkurang. Order book berpotensi makin tipis, membuat harga lebih sensitif terhadap arus beli dan jual. Dengan aktivitas perdagangan yang melemah dan likuiditas stablecoin yang terus menyusut, tekanan likuiditas di pasar kripto secara luas berpotensi berlanjut. Meski begitu, Ethereum masih memimpin pergerakan pasar. ETH menguat lebih dari 18% pada kuartal ini, mengindikasikan modal investor semakin terkonsentrasi pada aset tersebut. Jika tren ini berlanjut, Ethereum bisa menjadi barometer utama bagi kinerja pasar kripto secara keseluruhan. Ringkasan Total ETH yang di-stake menembus rekor 41,4 juta ETH, membuat koin yang siap diperdagangkan kian terbatas seiring investor lebih banyak mengunci ETH lewat staking. Di saat likuiditas stablecoin dan volume perdagangan menurun, pergerakan Ethereum berpotensi menjadi sinyal penting arah pasar kripto yang lebih luas.