Analis CryptoQuant: Bitcoin Dekati Ambang Pasar Bull, Didorong Leverage Futures
Ringkasan Pasar AI
Axel Adler Jr. dari CryptoQuant mencatat bahwa Bitcoin mendekati ambang batas model pasar bullish, tetapi kenaikan terbaru tampaknya didorong oleh meningkatnya open interest dan leverage pada futures, bukan oleh penutupan posisi short. Indeks tekanan arus leverage dan akumulasi posisi long yang berkelanjutan menunjukkan risiko baru sedang ditambahkan di derivatif. Fokus pasar bergeser pada apakah BTC dapat ditutup di atas level dinamis model tanpa deleveraging yang cepat; leverage yang terkonsentrasi meningkatkan risiko pembalikan akibat likuidasi.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.72%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Huoxing Finance melaporkan bahwa pada 4 September, analis CryptoQuant Axel Adler Jr. menyatakan Bitcoin kian mendekati ambang untuk memasuki fase pasar bull. Dalam 24 jam terakhir, harga BTC naik 3,9%, sementara open interest bertambah sekitar 11.200 BTC atau 3,4%, menandakan dorongan kenaikan saat ini terutama berasal dari pasar derivatif.
Data menunjukkan open interest melonjak 15.200 BTC hanya dalam enam jam, dengan indeks tekanan aliran leverage naik ke level 63. Selama 24 jam terakhir, posisi long tercatat meningkat selama 15 jam.
Axel menilai, apabila kenaikan harga terutama dipicu oleh penutupan posisi short dan likuidasi, open interest biasanya akan turun. Pada kondisi kali ini open interest justru naik jelas, mengindikasikan leverage baru di pasar futures menjadi pendorong utama lonjakan harga.
Model satu tahunnya belum resmi beralih ke kondisi bull. Konfirmasi dibutuhkan melalui penutupan harian Bitcoin di atas ambang dinamis model tersebut, disertai kemampuan bertahan di level itu tanpa deleveraging cepat. Risiko utama tetap pada kemungkinan likuidasi mendadak atas leverage yang terakumulasi, yang berpotensi memicu pembalikan pasar.