Ben McKenzie Desak Senat Tolak CLARITY Act di Tengah Perdebatan di Kongres
Ringkasan Pasar AI
Pertimbangan Senat AS yang masih tertunda terhadap CLARITY Act membuat reformasi struktur pasar kripto tetap menjadi fokus, tetapi meningkatnya oposisi terkait perlindungan konsumen dan ketentuan etika/konflik kepentingan menambah ketidakpastian legislasi. Dengan ambang prosedural 60 suara dan waktu yang terbatas sebelum reses Agustus, negosiasi dapat mempersempit cakupan atau menunda kemajuan. Dalam jangka dekat, hal ini mempertahankan risiko headline regulasi bagi bursa yang terkait dengan AS, penerbit token, DeFi, dan mekanisme terkait stablecoin.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.56%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Menurut CoinDesk, menjelang kemungkinan Senat AS melangkah ke pemungutan suara atas CLARITY Act, aktor sekaligus pengkritik kripto Ben McKenzie mendatangi Capitol Hill untuk melobi agar rancangan undang-undang tersebut ditolak dalam bentuknya saat ini. Polemik terutama menyasar lemahnya perlindungan konsumen serta potensi benturan kepentingan yang dikaitkan dengan keterlibatan pejabat tinggi pemerintah dalam aset digital.
Pada Selasa, McKenzie bertemu sejumlah legislator dan menghadiri jumpa pers di Capitol Hill. Hadir antara lain Senator Chris Murphy, Jeff Merkley, dan Chris Van Hollen, serta perwakilan dari Americans for Financial Reform dan Indivisible. Kelompok penentang meminta Senat tidak melanjutkan pembahasan RUU versi sekarang sebelum menutup apa yang mereka sebut sebagai celah-celah krusial.
Kritik juga menyoroti hubungan finansial Presiden Donald Trump dengan aset digital dan mendorong pembatasan agar pejabat senior serta keluarga mereka tidak dapat meraup keuntungan dari industri yang berada dalam pengawasannya.
RUU tersebut telah masuk agenda Senat. CLARITY Act bertujuan membentuk kerangka struktur pasar federal untuk aset digital, memperjelas pembagian kewenangan pengawasan antara U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC), serta mencakup bursa kripto, penerbit token, dan entitas terkait kripto lainnya.
CLARITY Act lolos dari Komite Perbankan Senat pada 15 Mei dengan suara 15 berbanding 9, termasuk dukungan dari dua senator Partai Demokrat. RUU kini tercantum dalam kalender legislasi Senat dan dapat dibawa ke sidang pleno, tetapi hingga 15 Juli belum ada jadwal pemungutan suara final.
Untuk meloloskan pemungutan suara prosedural, RUU membutuhkan ambang 60 suara, sehingga dukungan Demokrat menjadi penentu. Menjelang masa reses Kongres pada Agustus, perbedaan pandangan soal ketentuan etika disebut menjadi hambatan utama untuk meraih dukungan lintas partai. Di luar isu benturan kepentingan, para legislator juga masih merundingkan aturan terkait decentralized finance (DeFi) serta mekanisme insentif stablecoin. Pendukung menilai RUU ini dapat mengakhiri ketidakpastian regulasi yang telah lama berlangsung, sedangkan penentang menuntut penguatan pedoman etika dan perlindungan konsumen terlebih dahulu.