China Peringatkan UE agar Tak 'Berangan-angan' soal Pendekatan Dagang di Tengah Ancaman 'Kill Switch'
Kementerian Perdagangan China memperingatkan pada Jumat bahwa Uni Eropa tidak semestinya berharap tekanan bisa memaksa Beijing memberi konsesi. UE juga diminta tidak meremehkan tekad dan kemampuan China melindungi kepentingannya.
Peringatan itu menyusul konfirmasi Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen soal rencana instrumen baru yang memungkinkan pembatasan akses ke pasar tunggal secara cepat dan langsung. Dalam kondisi tertentu, instrumen tersebut dapat menutup total pasar Eropa bagi produk China.
Kementerian menanggapi laporan media yang menyebut Brussels yakin retorika keras Eropa telah memaksa Beijing mencapai kesepakatan. Klaim bahwa tekanan UE efektif dibantah kementerian sebagai sama sekali tidak berdasar.
China dan UE baru sepekan sebelumnya sepakat membatasi volume mobil hibrida yang dikirim China ke Eropa. Perselisihan yang kembali mencuat menunjukkan ancaman perang dagang antara dua dari tiga ekonomi terbesar dunia itu belum surut.
Prancis dan Jerman mengajukan proposal bersama untuk instrumen tersebut guna melawan pemaksaan dan distorsi ekonomi China. Usai KTT Dewan Eropa di Brussels, von der Leyen menyatakan Komisi akan mengembangkan instrumen itu dari usulan Prancis-Jerman. Pembatasan akan diberlakukan bila tindakan tersebut sejalan dengan kepentingan UE. Rencana ini akan berjalan bersama dialog yang diintensifkan dengan Beijing.
Gagasan itu dipaparkan kepada 27 pemimpin UE sehari sebelumnya dan mendapat dukungan bulat. Kanselir Jerman Friedrich Merz termasuk pengkritik terkeras kebijakan China dalam debat saat makan siang, meski sekitar setengah tahun sebelumnya ia menyerukan perjanjian perdagangan bebas dengan Beijing. Pejabat UE menyebut Berlin kini ingin memimpin kebijakan China di Uni Eropa. Pejabat Jerman di sela-sela KTT memastikan Jerman tidak akan berbalik arah dan menyambut dukungan seluruh negara anggota lain.
Von der Leyen juga menegaskan pengamanan dagang tambahan akan memungkinkan penerapan kuota dan tarif pada kelompok produk yang luas. Ia tidak menyebut sektornya secara publik, tetapi memberi tahu para pemimpin bahwa bahan kimia dan mesin menjadi prioritas. Presiden Prancis Emmanuel Macron menilai blok itu semestinya menyasar bahan kimia, plastik, dan feronikel. Sumber resmi menyatakan instrumen tersebut hendak diusulkan pada Desember sebagai bagian dari paket yang lebih luas.
Paket itu mencakup instrumen diversifikasi yang mewajibkan perusahaan mengurangi ketergantungan pada pasokan China, serta mekanisme solidaritas untuk mengompensasi pihak yang terdampak pembalasan Beijing. Menurut sumber resmi, instrumen akses pasar akan dipakai bila Beijing memaksa Eropa, misalnya dengan memutus ekspor mineral tanah jarang sebagai respons atas meningkatnya investigasi dagang UE. Instrumen ini baru bisa diaktifkan dengan dukungan 13 dari 27 negara anggota. Membuatnya selaras dengan aturan Organisasi Perdagangan Dunia diakui sebagai tantangan berat.
Von der Leyen menyebut adanya "kesatuan yang luar biasa" di antara para pemimpin, berbeda dari KTT sebelumnya ketika perbedaan pendapat kerap membuat kebijakan China tak masuk agenda. Pemimpin negara UE lain mendukung pendekatan yang menggabungkan dialog dan ancaman tindakan dalam KTT Kamis dan Jumat. Perdana Menteri Belgia Bart de Wever mengatakan para pemimpin sepakat bulat menangani depresiasi mata uang, kelebihan kapasitas bersubsidi, ketergantungan kritis, dan penggunaan ketergantungan itu sebagai alat tekan. De Wever menyebut defisit dagang bersama telah melahirkan kesepakatan bahwa situasi itu tak bisa berlanjut, dan menilai debat tersebut sebagai kemajuan. Presiden Lituania Gitanas Nauseda mengatakan instrumen itu bisa membatasi produk China atau menutup total pasar Eropa jika China melakukan praktik dagang tidak adil tertentu, dan menyebut penutupan total sebagai langkah ekstrem.