BNY Mellon Gandeng Galaxy Hadirkan Staking Kripto untuk Institusi di Platform Kustodi
Ringkasan Pasar AI
Kemitraan BNY Mellon dengan Galaxy untuk menambahkan staking ke platform Digital Asset Custody-nya mengurangi hambatan operasional bagi institusi untuk berpartisipasi dalam jaringan proof-of-stake sambil tetap mempertahankan kontrol tata kelola dan pelaporan yang sudah dikenal. Hal ini semakin melegitimasi staking sebagai fungsi imbal hasil dan keamanan yang didukung secara institusional, yang berpotensi memperluas partisipasi dalam ekosistem PoS utama. Dampak pasar dalam jangka dekat paling relevan untuk aset yang di-stake berkapitalisasi besar, khususnya ETH.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
ETH/USDT+0.82%
Wawasan AI · ETH/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
BNY Mellon menambahkan layanan staking kripto ke platform Digital Asset Custody melalui kemitraan baru dengan Galaxy Digital. Inisiatif ini ditujukan untuk memberi klien institusional akses yang lebih ringkas dan berstandar institusi ke jaringan proofofstake.
Dalam perjanjian yang diumumkan pada Selasa, Galaxy akan berperan sebagai mitra desain untuk membantu mengintegrasikan staking ke dalam model layanan BNY yang lebih luas. Klien institusional yang memenuhi syarat dapat mengakses staking berdampingan dengan layanan backoffice yang sudah tersedia—kustodi, akuntansi dana, pelaporan pajak, pembayaran, serta pelaporan kepada klien (jika berlaku). Dengan pendekatan ini, institusi dapat berpartisipasi di pasar aset digital tanpa mengorbankan kontrol operasional dan perlindungan aset yang menjadi ciri model kustodi BNY.
Kedua perusahaan menyebut kustodi dan staking akan dikemas sebagai satu penawaran terpadu: BNY menyediakan infrastruktur kustodi dan tata kelola, sedangkan Galaxy menghadirkan keahlian operasional untuk jaringan proofofstake (PoS). Targetnya adalah pengalaman staking yang aman dan mulus, serta dapat diadopsi klien institusional melalui alur kerja kustodian yang sudah familiar.
"Seiring aset digital terus berkembang, klien menginginkan lebih dari sekadar penyimpanan yang aman—mereka membutuhkan kapabilitas yang lebih luas dalam model berstandar institusi," ujar Carolyn Weinberg, Chief Product and Innovation Officer BNY Mellon. Ia menyebut Galaxy sebagai "klien awal" platform Digital Asset Custody BNY dan mengatakan kemitraan ini mencerminkan strategi BNY untuk memperluas kapabilitas aset digital sembari mempertahankan tata kelola, kontrol, dan ketahanan operasional.
Steve Kurz, Global Co-Head of Digital Assets di Galaxy, menilai langkah ini bagian dari pergeseran menuju infrastruktur keuangan yang dapat diprogram. "Galaxy telah bertahun-tahun membangun infrastruktur berstandar institusi untuk mendorong pergeseran itu, termasuk staking. Kolaborasi kami dengan BNY membawa pekerjaan tersebut ke dalam kerangka yang bisa dipercaya institusi terbesar di dunia," katanya.
Staking adalah proses mengunci token untuk membantu memvalidasi transaksi dan mengamankan blockchain PoS, dengan imbal hasil pasif yang umumnya dinyatakan sebagai annualized percentage yield. Dengan memasukkan staking ke dalam tumpukan layanan kustodinya, BNY Mellon melangkah lebih cepat dibanding banyak bank tradisional lain, sekaligus mempertegas posisinya sebagai pemain institusional utama dalam infrastruktur kripto.