Blockchain Association Bantah Kritik National Sheriffs' Association soal Dampak Clarity Act
Ringkasan Pasar AI
Blockchain Association mendorong balik kritik penegak hukum bahwa U.S. Clarity Act akan menciptakan pengecualian DeFi yang terlalu luas dari aturan AML, sanksi, dan KYC menjelang pemungutan suara Senat. Perselisihan ini menyoroti ketidakpastian yang sedang berlangsung mengenai bagaimana perantara DeFi akan diatur dan diawasi, yang dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan AS dan premi risiko kepatuhan di seluruh pasar kripto dalam jangka dekat.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.07%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
ME News melaporkan, pada 4 Agustus (UTC+8) kelompok industri kripto AS Blockchain Association mengirim surat kepada Pemimpin Mayoritas Senat John Thune dan Pemimpin Minoritas Chuck Schumer untuk membantah kritik sebelumnya dari National Sheriffs' Association (NSA) terkait Clarity Act. Dalam surat itu, Blockchain Association menilai NSA keliru memahami rancangan pengaturan RUU tersebut terhadap DeFi.
Pekan lalu, NSA telah menyurati pimpinan Senat dengan menyatakan bahwa pengecualian bagi DeFi dalam Clarity Act terkait aturan anti pencucian uang, kepatuhan sanksi, dan KYC dinilai terlalu luas sehingga berpotensi menghambat kemampuan penegak hukum memerangi kejahatan keuangan. NSA, yang mewakili lebih dari 3.000 sheriff dan 10.000 pejabat keselamatan publik, membuat perdebatan mengenai RUU ini makin memanas menjelang pemungutan suara di Senat.
Blockchain Association menegaskan Clarity Act tidak memberikan "pengecualian menyeluruh" bagi industri kripto. Menurut organisasi tersebut, RUU ini justru menetapkan kewajiban ketat bagi para perantara sekaligus membekali penegak hukum dengan perangkat untuk memberantas kejahatan keuangan. Lindsay Fraser, Chief Policy Officer Blockchain Association, menekankan bahwa pelurusan kesalahpahaman terkait RUU ini menjadi krusial menjelang pemungutan suara Senat. (Sumber: ODAILY)