Bitdeer Teken Kontrak AI US$4,7 Miliar di Norwegia, Saham Melonjak 12%
Ringkasan Pasar AI
Kesepakatan kolokasi/layanan AI Bitdeer di Norwegia senilai $4,7 miliar untuk 16 tahun (hingga ~ $8 miliar dengan perpanjangan) menegaskan pergeseran sektor penambangan dari pendapatan siklikal yang terkait BTC menuju arus kas infrastruktur AI berdurasi lebih panjang. Margin tersirat yang tinggi dalam kontrak tersebut dan dukungan kredit yang ditopang oleh penyewa bersifat positif, namun risiko eksekusi tetap ada mengingat tambahan belanja modal ~ $500 juta dan jadwal penyelesaian multi-tahun. Hal ini dapat sedikit meningkatkan sentimen terhadap penambang yang berdekatan dengan BTC dan permainan infrastruktur.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+1.23%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Saham Bitdeer Technologies melonjak 12% pada Selasa, 4 Agustus, setelah perusahaan penambang bitcoin yang kini menggarap infrastruktur AI itu mengumumkan perjanjian pusat data jangka panjang senilai sekitar US$4,7 miliar di Norwegia.
Melalui anak usahanya, Tydal Data Center AS, Bitdeer menandatangani kontrak colocation dan layanan dengan Volta Tydal AS. Volta merupakan bagian dari Nvidia Cloud Partner dan akan menyalurkan kapasitas tersebut kepada sebuah laboratorium AI terkemuka yang tidak disebutkan namanya.
Kesepakatan ini mencakup penyediaan kapasitas komputasi AI sebesar 121 megawatt di kampus Tydal, didukung total daya sekitar 133 MW. Seluruh beban komputasi akan dikonfigurasi untuk GPU Nvidia, dengan Dell Technologies sebagai pemasok peralatan.
Kontrak berlaku 16 tahun. Terdapat opsi perpanjangan delapan tahun yang berpotensi menaikkan nilai total menjadi sekitar US$8 miliar untuk periode 24 tahun. Penyewa juga memiliki hak mengakhiri perjanjian tanpa biaya setelah 10 tahun.
Bitdeer menargetkan kampus Tydal menjadi salah satu pusat data AI terbesar di Norwegia. Fasilitas ini akan menggunakan 100% energi terbarukan, termasuk tenaga air setempat, serta dirancang untuk mencapai rasio power usage effectiveness (PUE) sekitar 1,1. Chief Financial Officer Michael Potter menyebut perjanjian ini sebagai tonggak penting dalam transformasi Bitdeer menjadi platform infrastruktur AI global.
Pembangunan kampus akan dilakukan dalam dua fase dengan porsi setara di empat data hall. Fase pertama ditargetkan mulai beroperasi paling lambat 31 Desember 2026, disusul fase kedua pada 31 Maret 2027. Bitdeer juga menyiapkan dua hall tambahan dengan kapasitas bruto 47 MW untuk kebutuhan AI dan komputasi berkinerja tinggi pada paruh kedua 2027.
Dari sisi ekonomi, sewa memiliki pembayaran rata-rata sekitar US$202 per kilowatt per bulan selama masa awal. Biaya listrik akan diganti oleh penyewa, sementara pembayaran sewa dan layanan naik 3% per tahun. Bitdeer memperkirakan pendapatan rata-rata tahunan sekitar US$2,4 juta per IT megawatt, dengan margin net operating income sekitar 90%.
Kewajiban Volta disebut akan ditopang oleh sekitar US$1,3 miliar letter of credit yang diatur afiliasi JPMorgan serta satu lembaga keuangan besar lainnya. Bitdeer dapat mengakhiri perjanjian jika target persyaratan kredit tidak terpenuhi.
Perusahaan memperkirakan masih membutuhkan tambahan pendanaan sekitar US$500 juta untuk menuntaskan proyek dan berencana menggalang pembiayaan utang guna mendanai konstruksi serta pengembangan AI berikutnya.
Kesepakatan ini menegaskan pergeseran Bitdeer melampaui penambangan bitcoin. Seiring meningkatnya permintaan komputasi AI yang intensif listrik, para penambang dengan akses daya dan lokasi pusat data yang sudah diamankan kian memburu sumber pendapatan infrastruktur yang lebih panjang dan lebih dapat diprediksi.