Bitcoin Tertahan di US$80.000, Pasar Menanti Arah Kebijakan AS
Ringkasan Pasar AI
Reli Bitcoin di atas $80.000 didorong oleh turunnya imbal hasil tenor panjang dan melemahnya USD setelah Departemen Keuangan mengisyaratkan peningkatan pembelian kembali obligasi berjangka panjang, sehingga meningkatkan selera risiko. Arus masuk spot ETF BTC yang kuat dan likuidasi posisi short yang besar memperkuat pergerakan tersebut, namun BTC kemudian melemah kembali ke kisaran $78.000–$79.000, menyoroti resistensi berat di sekitar $80.000–$83.000. Sensitivitas jangka pendek meningkat menjelang data inflasi PCE dan pesan kebijakan Jackson Hole.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT-1.68%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Bitcoin menembus level US$80.000 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Mei, sempat mencetak puncak harian di sekitar US$81.257 sebelum kembali bergerak di kisaran US$78.000–US$79.000. Kenaikan ini setara penguatan sekitar 22% hingga 28% dibanding sepekan sebelumnya.
Pendorong reli kali ini datang dari pasar obligasi. Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada 20 Agustus menyampaikan pemerintah akan menaikkan secara signifikan program pembelian kembali (buyback) obligasi berjangka panjang, yang secara praktis menggandakan rencana pembelian. Langkah itu menekan imbal hasil obligasi dan melemahkan dolar, kombinasi yang cenderung mendukung aset berisiko seperti Bitcoin.
Area US$80.000–US$83.000 kini dipandang sebagai zona resistensi penting, terbentuk dari rekam jejak pergerakan harga dan pola volume historis. Jika harga mampu bertahan dan menembus US$83.000 secara berkelanjutan, peluang terbuka menuju US$85.000 atau lebih tinggi. Jika gagal mempertahankan pijakan, Bitcoin berisiko terkoreksi kembali ke area pertengahan US$70.000.
Di sisi arus dana, ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk mingguan diperkirakan US$1,9 miliar hingga US$2,4 miliar, yang disebut sebagai capaian terkuat sejak Oktober 2025. Selama reli, likuidasi posisi short melampaui US$2 miliar, dengan sebagian estimasi menempatkan angka tersebut setinggi US$4 miliar.
Dua agenda data yang berpotensi menggerakkan pasar akan jatuh pada pekan ini. Laporan inflasi personal consumption expenditures (PCE) dijadwalkan rilis 26 Agustus; indikator ini merupakan tolok ukur tekanan harga yang paling diperhatikan Federal Reserve. Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole berlangsung 27–29 Agustus, dengan Ketua The Fed Kevin Warsh diperkirakan menyampaikan pernyataan yang bisa memberi petunjuk arah kebijakan moneter ke depan.
Kenaikan buyback obligasi pemerintah menjadi bagian dari narasi yang lebih besar: penurunan imbal hasil jangka panjang membuat aset pendapatan tetap relatif kurang menarik. Bagi pelaku pasar, US$83.000 menjadi "garis batas". Penembusan bersih di atas level tersebut dengan volume kuat dinilai dapat membuka jalan menuju US$85.000 hingga US$100.000, menurut analis yang memantau zona resistensi. Jika tertolak, Bitcoin berpeluang mundur ke kisaran US$74.000–US$76.000.