Bitcoin Turun di Bawah US$80.000, Kritik Menguat atas Rencana Buyback Treasury Senilai US$950 Miliar

Ringkasan Pasar AI
BTC sempat merebut kembali $80.000 seiring imbal hasil Treasury tenor panjang turun, menyusul laporan bahwa Departemen Keuangan AS dapat menggunakan TGA-nya senilai ~ $950 miliar untuk mendanai buyback obligasi yang lebih besar, sebuah langkah yang dibaca pasar sebagai likuiditas jangka dekat tanpa memperluas neraca The Fed. Namun, reli obligasi sebelumnya dengan cepat kembali ke rata-rata dan para pengkritik berargumen rencana tersebut mungkin tidak secara berkelanjutan menekan imbal hasil atau dapat memicu kekhawatiran inflasi/dolar. Buyback yang pertama kali diperbesar pada 9 September adalah titik validasi utama.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+2.85%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Bitcoin (BTC) sempat menyentuh US$80.000 pada Senin, tetapi level itu cepat dilepas kembali. Di tengah reli singkat tersebut, kritik menguat terhadap wacana Departemen Keuangan AS (US Treasury) memanfaatkan dana besar di Treasury General Account (TGA) untuk mendukung buyback obligasi pemerintah. Pada saat penulisan, BTC diperdagangkan di sekitar US$78.835. Pasar obligasi sebelumnya sudah mengalami pola serupa pekan lalu, dan pergerakannya tidak bertahan lama. TGA merupakan rekening operasional pemerintah di Federal Reserve, yang diisi dari penerimaan pajak. Menteri Keuangan Scott Bessent dilaporkan membiarkan saldo akun ini membengkak, dengan sejumlah laporan memperkirakan nilainya mendekati US$950 miliar. Pernyataan kas harian Treasury sendiri mencatat saldo US$935,1 miliar per 20 Agustus, angka resmi terbaru. CNBC, mengutip dua pejabat senior Treasury, melaporkan bahwa dana tersebut dipertimbangkan untuk membantu mendanai buyback obligasi. Treasury telah menggandakan buyback pada 19 Agustus, dengan operasi di tenor panjang naik dari US$2 miliar menjadi setidaknya US$4 miliar per pelaksanaan. Jadwal pertama berlangsung pada 9 September, sesuai pengumuman departemen. Bagi pelaku pasar, penggunaan kas TGA dianggap menarik karena tidak memperbesar neraca The Fed; dana hanya berpindah menjadi cadangan perbankan. Pergeseran itu terbaca sebagai tambahan likuiditas, sementara likuiditas menjadi pendorong utama Bitcoin sepanjang bulan ini. Data imbal hasil Treasury menunjukkan respons awal yang cepat namun singkat. Yield obligasi 30 tahun sempat mencapai 5,31% pada 17 Agustus, tertinggi sejak 2007. Berita buyback mendorongnya turun ke 5,19% dua hari kemudian, tetapi pada 21 Agustus yield kembali naik ke 5,27%, menghapus seluruh penurunan hanya dalam dua sesi. Pada Senin, yield 30 tahun turun ke 5,21% dan yield 10 tahun ke 4,69%. Bitcoin ikut terdorong hingga US$80.000, lalu kembali melemah. Bessent menyebut strategi ini sebagai "Treasury Twist", merujuk pada Operation Twist pada 1961 yang bertujuan menekan suku bunga jangka panjang. Citadel Securities menilai langkah tersebut sebagai "represi finansial" dan memperingatkan dampaknya dapat melemahkan dolar serta memicu inflasi. Menurut Citadel, persoalan defisit yang berada di balik lonjakan yield tidak tersentuh. Peter Schiff, kepala ekonom Euro Pacific Asset Management, juga melontarkan kritik. Ia menilai rencana ini berisiko memperpendek rata-rata jatuh tempo utang nasional sehingga meningkatkan eksposur pada kenaikan suku bunga jangka pendek. Schiff menyebutnya sebagai resep menuju QE besar-besaran dan inflasi yang lepas kendali. Benjamin Chabot, mantan ekonom Federal Reserve Bank of Chicago, mempertanyakan efektivitasnya dari sisi pendanaan. Menurutnya, penggunaan TGA untuk membeli obligasi kemungkinan tidak banyak mengubah keadaan karena dana TGA pada dasarnya sudah dialokasikan. Yang lebih menentukan adalah bagaimana Treasury mengisi kembali TGA setelah pembelian dilakukan. Di sisi lain, Tom Lee dari Fundstrat melihatnya sebagai sentimen positif bagi aset ber-durasi panjang, termasuk kripto. Menurutnya, pergeseran kebijakan seperti ini cenderung menguntungkan aset yang nilainya dipandang melampaui horizon tujuh tahun. Hingga kini Treasury belum mengeluarkan dana dari akun tersebut. Tanggal 9 September dipandang sebagai momen ketika wacana mulai berubah menjadi angka nyata.