Bitcoin Turun di Bawah US$80.000 saat Imbal Hasil Obligasi AS Melemah
Ringkasan Pasar AI
Bitcoin turun di bawah $80K setelah sempat naik singkat ke $81,237, mengikuti koreksi emas seiring imbal hasil obligasi AS turun setelah rencana Departemen Keuangan untuk setidaknya menggandakan pembelian kembali obligasi berjangka panjang mulai 9 Sept. Penurunan imbal hasil melemahkan dolar dan pada awalnya mendukung aset langka, sementara arus masuk ETF spot BTC sekitar ~$2B baru-baru ini dan likuidasi posisi short memperkuat permintaan institusional. Positioning jangka dekat mungkin tetap sensitif terhadap imbal hasil dan DXY.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT-0.84%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Bitcoin turun menembus US$80.000 pada 25 Agustus, setelah sempat menyentuh US$81.237—level tertinggi sejak pertengahan Mei. Koreksi ini terjadi seiring emas yang ikut melemah dari puncak tiga bulan di sekitar US$4.677 per ons, ketika penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS memberi sinyal beragam bagi investor yang memburu aset langka.
Meski sempat tergelincir intrahari, Bitcoin masih menguat sekitar 28% sepanjang bulan ini. Kinerja tersebut menjadikan Agustus 2026 sebagai performa bulanan terbaik sejak November 2024.
Langkah buyback Treasury menekan yield
Penurunan yield berawal dari pengumuman Departemen Keuangan AS (US Treasury) pada 19 Agustus bahwa mereka akan setidaknya menggandakan buyback obligasi tenor panjang untuk mendukung likuiditas. Nilai program naik dari US$2 miliar menjadi minimum US$4 miliar per operasi, berlaku mulai 9 September.
Setelah pengumuman itu, imbal hasil Treasury tenor 10 tahun bertahan di kisaran 4,71–4,72%. Penurunan yang tidak besar tetapi berarti ini melemahkan dolar dan sempat mendorong kenaikan Bitcoin maupun emas.
Konteks fiskal membuat langkah Treasury ini lebih dari sekadar penyesuaian teknis pasar. Utang nasional AS kini melampaui US$40 triliun. Ekspansi buyback menjadi kombinasi langkah likuiditas dan upaya menjaga kepercayaan, menandakan Washington siap turun tangan saat ujung panjang kurva imbal hasil mulai bergejolak.
Arus masuk ETF dan permintaan institusi
ETF Bitcoin spot membukukan arus masuk hampir US$2 miliar dalam beberapa sesi terakhir, bertepatan dengan gelombang likuidasi posisi short di pasar derivatif kripto. Likuidasi ini penting karena dapat menciptakan efek umpan balik: saat pelaku short terpaksa menutup posisi, mereka harus membeli Bitcoin, mendorong harga naik dan memaksa lebih banyak short untuk menutup.
Pergerakan Bitcoin kian menyerupai aset lindung nilai ketimbang proksi saham teknologi, tercermin dari korelasinya dengan emas yang meningkat. Dorongan Presiden Trump untuk memperjelas definisi regulasi aset digital juga disebut membantu membentuk sentimen yang lebih kondusif, tercermin pada meningkatnya arus masuk.
Seberapa jauh dari puncak
Rekor tertinggi sepanjang masa Bitcoin berada di sekitar US$126.000, dicapai pada Oktober 2025. Di level saat ini sekitar US$80.300, harganya masih sekitar 36% di bawah rekor tersebut.
Keberlanjutan reli Bitcoin sangat bergantung pada apa yang terjadi ketika program buyback yang diperluas resmi berjalan pada 9 September. Jika operasi ini mampu menekan imbal hasil jangka panjang dan melemahkan dolar lebih jauh, kondisi yang mendorong kenaikan pada Agustus berpeluang bertahan.
Salah satu variabel yang patut dipantau adalah indeks dolar yang bergerak turun sejalan dengan penurunan yield. Treasury melonggarkan kondisi keuangan lewat buyback, sementara The Fed mempertahankan sikap hati-hati—ketegangan kebijakan yang pada akhirnya akan dipaksa pasar menuju titik keseimbangan baru.